Prabowo Tegaskan Spirit TNI dalam Penanganan Bencana
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memimpin rapat koordinasi penting mengenai penanganan bencana di Aceh Tamiang, di mana ia mengoreksi istilah 'uang lelah' untuk para prajurit TNI yang terlibat. Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa semangat dan dedikasi prajurit adalah hal utama dalam menjalankan tugas mereka.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Dalam laporan dari Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, setiap prajurit TNI akan menerima uang makan dan uang saku sebesar Rp 165 ribu. Merespons hal ini, Prabowo menegaskan agar istilah yang digunakan lebih tepat, yakni 'uang semangat', yang mencerminkan komitmen TNI dalam melayani bangsa.
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Aceh Tamiang merupakan bagian penting dari upaya memastikan kelancaran penanganan bencana di provinsi tersebut. Dalam pertemuan ini, Letjen TNI Suharyanto memberikan laporan terkait kebutuhan anggaran dan dukungan operasional bagi prajurit TNI yang berada di lapangan.
Suharyanto menyampaikan bahwa BNPB selalu mendukung semua kebutuhan satuan operasi saat tanggap darurat. Meskipun masih ada permintaan anggaran dari Mabes TNI yang belum sepenuhnya terpenuhi, BNPB telah mencairkan dana sebesar Rp 26 miliar dari total kebutuhan mencapai Rp 80 miliar lebih.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Dalam rapat tersebut, Suharyanto menyebutkan tentang uang makan dan uang lelah yang akan diterima setiap prajurit, masing-masing sebesar Rp 165 ribu. Namun, Prabowo meluruskan penggunaan istilah tersebut, menegaskan bahwa yang lebih tepat adalah 'uang semangat' untuk menggambarkan komitmen para prajurit.
Prabowo menegaskan, 'Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara nggak boleh lelah.' Pernyataan ini menyoroti pentingnya kesigapan dan komitmen TNI dalam menjalankan setiap tugas, terlepas dari tantangan yang dihadapi.
Suharyanto juga menjelaskan tentang pembiayaan perbaikan infrastruktur yang dilakukan oleh BNPB, termasuk jembatan yang rusak akibat bencana. Ia menggarisbawahi bahwa BNPB bergerak terlebih dahulu untuk melakukan perbaikan dan kemudian melaporkan anggaran yang dikeluarkan.
'Kemudian untuk kebutuhan jembatan dan sebagainya, jembatan gantung semuanya dibiayai oleh pemerintah lewat BNPB,' ungkapnya. Penjelasan ini menunjukkan komitmen penuh BNPB dalam merespons kebutuhan saat bencana dengan cara yang efisien.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: