Percepatan Pembangunan Jembatan Jadi Fokus Utama Gubernur Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi meminta bantuan dari Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, untuk segera mempercepat pembangunan jembatan yang rusak pascabencana. Permintaan ini disampaikan dalam Rapat Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana yang diselenggarakan pada 30 Desember 2025.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Situasi di Aceh pascabencana menunjukkan tantangan besar dalam hal infrastruktur. Workflow kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan ini.
Dalam rapat tersebut, Muzakir Manaf menekankan bahwa banyak jembatan di Aceh yang belum terhubung, menyebabkan kesulitan bagi masyarakat. Dia berharap ada tindakan cepat untuk menuntaskan proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan.
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang memimpin Satuan Tugas Pembangunan Jembatan, diharapkan bisa mempercepat proses ini. 'Horas ya pak? Ini banyak sekali jembatan yang belum terhubung, ya pak. Mudah-mudahan cepat kita buat,' ungkap Mualem saat memberikan permintaan resmi.
Rapat itu juga mencerminkan urgensi situasi yang dihadapi Aceh pascabencana dan menjadi momentum untuk menggalang dukungan lebih banyak dari pemerintah pusat.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Muzakir Manaf menjelaskan bahwa sejak bencana, Pemerintah Provinsi Aceh telah mengambil langkah tanggap darurat. Hal ini meliputi evakuasi dan penyaluran bantuan logistik untuk membantu korban bencana.
Mualem menegaskan bahwa dampak dari bencana ini adalah kompleks dan membutuhkan penanganan yang berkesinambungan. 'Besar dampak dan kompleksitas penanganan bencana membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintahan pusat,' tambahnya, menegaskan perlunya kerja sama yang lebih erat.
Langkah cepat yang diambil diharapkan dapat mengurangi dampak lebih besar di kemudian hari bagi masyarakat yang terdampak.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk merumuskan langkah konkret dalam proses pemulihan infrastruktur yang rusak. Mualem meyakinkan bahwa sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk DPR, kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah.
Dia juga menekankan pentingnya kejelasan dalam skema pendanaan dan pembagian tugas serta tanggung jawab. 'Kami berharap rapat ini menghasilkan langkah konkret terutama percepatan pemulihan infrastruktur, percepatan penyediaan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat,' pungkas Mualem.
Sinergi ini akan menentukan kecepatan dan efektivitas pemulihan yang dapat kembali mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh ke jalur yang lebih baik.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: