Risiko Tinggi Menggunakan Ponsel Saat Berjalan
Kebiasaan menggunakan ponsel sambil berjalan tampak sepele, namun berisiko besar bagi keselamatan. Setiap tahun, insiden kecelakaan terjadi akibat kurangnya perhatian saat menggunakan gadget ini di tengah jalan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Menurut data dari kepolisian, sebagian besar kecelakaan terjadi karena pengendara terganggu oleh ponsel mereka.
Pengemudi yang menggunakan HP cenderung memiliki reaksi yang lebih lambat, sehingga kurang memperhatikan pejalan kaki, yang juga sibuk dengan smartphone mereka.
Sebuah studi menunjukkan bahwa menggunakan ponsel saat berjalan dapat mengurangi kesadaran akan lingkungan sekitar lebih dari 20%. Ini menunjukkan betapa berbahayanya kebiasaan ini.
Menggunakan ponsel saat berjalan juga dapat menyebabkan jatuh. Banyak orang tidak menyadari ketika mereka melangkah ke tempat yang tidak aman karena fokus pada layar ponsel.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Data menunjukkan cedera akibat jatuh saat menggunakan ponsel meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di area publik yang ramai.
Selain itu, masalah pada leher atau punggung juga dapat diperparah akibat kebiasaan ini, karena postur tubuh yang buruk saat melihat layar merupakan penyebabnya.
Untuk mengurangi risiko, sangat disarankan untuk tidak menggunakan ponsel saat di jalan raya. Keselamatan Anda dan orang-orang di sekitar harus menjadi prioritas.
Jika Anda benar-benar harus menggunakan ponsel, sebaiknya berhentilah sejenak di tempat yang aman untuk memperhatikan lingkungan sekitar.
Mempelajari cara menggunakan fitur hands-free untuk panggilan atau navigasi juga merupakan alternatif untuk mengurangi kebutuhan melihat layar saat sedang berjalan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: