BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 09:47 WIB

Fenomena Puting Beliung di Bogor: Apa Penyebab dan Dampaknya?

Fenomena Puting Beliung di Bogor: Apa Penyebab dan Dampaknya?Fenomena Puting Beliung di Bogor: Apa Penyebab dan Dampaknya?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan tentang puting beliung yang baru-baru ini melanda Kemang, Bogor, mengakibatkan puing pesawat terlempar hingga mengenai rumah warga.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Peristiwa ini diakibatkan oleh fenomena cuaca ekstrem yang menurut BMKG berkaitan dengan perbedaan suhu dan kelembapan di atmosfer.

Penjelasan BMKG Mengenai Puting Beliung

Kepala Bidang Peringatan Dini BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa puting beliung adalah fenomena angin berputar cepat yang muncul dari awan cumulonimbus saat kondisi cuaca ekstrem lokal berlangsung.

"Faktor utama, puting beliung adalah fenomena angin berputar dengan kecepatan tinggi, biasanya muncul dari awan cumulonimbus saat cuaca ekstrem lokal," jelas Guswanto dalam konferensi pers pada tanggal 30 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa perbedaan suhu dan kelembapan mempengaruhi ketidakstabilan atmosfer, yang pada gilirannya dapat menghasilkan puting beliung dengan kecepatan lebih dari 34,8 knot.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dampak dari Puting Beliung di Bogor

Fenomena puting beliung ini terjadi di Desa Pondok Udik, Kemang, dan menyebabkan puing pesawat bekas terlempar dan merusak struktur rumah warga.

"Pada hari ini, Senin tanggal 29 Desember, telah terjadi musibah yang diakibatkan dari adanya puting beliung. Dampak tersebut diakibatkan salah satunya dari bangkai pesawat, yang kurang lebih 300 meter ini terbang, menimpa rumah warga kami," ungkap Kepala Desa Pondok Udik, M Sutisna.

Ia menambahkan bahwa potongan sayap pesawat yang disimpan di lokasi tersebut terbawa angin, merusak rumah-rumah di sekitarnya.

Imbauan BMKG untuk Warga

Guswanto mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat cuaca ekstrem, karena puting beliung dapat muncul secara mendadak dengan dampak yang merusak.

"Puting beliung bukan sekadar 'angin kencang biasa', melainkan hasil interaksi kompleks antara awan CB (cumulonimbus), suhu, kelembapan, dan angin. Fenomena ini sering muncul mendadak, singkat, tapi bisa sangat merusak," tambahnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar atau di bangunan rapuh selama kondisi cuaca ekstrem, serta selalu mengikuti peringatan dini dari BMKG.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Puting Beliung di Bogor: Apa Penyebab dan Dampaknya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!