Banjir Bandang Melanda Sukabumi, Kampung Terisolasi dan Jembatan Rusak Parah
Hujan deras yang mengguyur Sukabumi, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu telah menyebabkan banjir bandang dan longsor di beberapa daerah. Akibatnya, akses transportasi terputus dan sejumlah kampung terisolasi.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Di Kecamatan Nyalindung, jembatan hanyut dan banyak rumah rusak akibat banjir ini. Para warga yang terdampak harus dievakuasi untuk menjaga keselamatan mereka.
Kampung Karikil di Desa Bojongsari menjadi salah satu wilayah yang terparah akibat banjir bandang. Ebol, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), menegaskan bahwa banyak desa di Kecamatan Nyalindung terkena dampak hujan deras.
Ebol menyebutkan bahwa jembatan yang menghubungkan beberapa area terbawa arus banjir, membuat akses ke kampung tersebut terputus total. "Betul, di wilayah Kecamatan Nyalindung tepatnya di Kampung Karikil ada jembatan yang terbawa banjir bandang sehingga satu kampung terisolasi," katanya.
Selain itu, longsor terjadi di lokasi yang sama, sehingga sejumlah rumah dilaporkan tertimbun. Warga yang terdampak kini telah dievakuasi ke Majelis Taklim Al-Istiqomah demi keselamatan mereka.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Di Kota Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa sedikitnya 13 rumah mengalami kerusakan akibat bencana ini. Kerusakan yang dialami termasuk atap ambruk dan tembok jebol pada beberapa lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD, Joseph Sabaruddin, mengungkapkan, "Dari hasil pendataan sementara, total ada 13 unit rumah yang terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan."
Di Kecamatan Lembursitu, banjir limpasan juga melanda jalan, yang menyebabkan dua unit rumah di Jalan Kapitan RT 01/RW 03 terkena dampak. Meskipun air sudah surut pada Minggu malam, kerusakan yang ditinggalkan cukup signifikan.
Sementara itu, longsor di jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten juga mengganggu mobilitas masyarakat. Ahmad, petugas P2BK, menyatakan bahwa petugas dan warga masih melakukan pembersihan secara manual.
Camat Nyalindung, Antono, menyampaikan bahwa penutupan akses jalan telah berdampak pada distribusi logistik dan aktivitas ekonomi. "Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antarwilayah, dengan tertutupnya akses, aktivitas ekonomi warga turut terganggu," ujarnya.
Kerusakan juga terjadi pada Jembatan Cidage yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja. Saat ini, petugas masih menunggu alat berat untuk segera membersihkan longsoran dan memulihkan akses jalan.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: