Pencapaian Baru 'Agak Laen 2' Cetak 9 Juta Penonton, Pemain Terapkan Nazhar di Panti Jompo
Film 'Agak Laen 2' mencatatkan prestasi luar biasa dengan 9.375.190 penonton per 27 Desember 2025. Capaian ini tidak hanya melampaui film pertamanya tetapi juga mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap perfilman Indonesia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Sebagai ungkapan syukur, para pemeran seperti Bene Dion dan Boris Bokir berjanji untuk mengabdi di panti jompo. Hal ini menunjukkan perhatian mereka terhadap masyarakat meski mereka terus berharap penonton tetap menikmati film.
'Agak Laen 2' telah mencatatkan lebih banyak penonton dibandingkan film pertamanya yang dirilis pada tahun 2024, yang mendapatkan 9.126.607 penonton. Jumlah ini diraih dalam waktu 30 hari penayangan, memperlihatkan minat dan komitmen penonton.
Rumah produksi Imajinari menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan momen bersejarah dalam industri film Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa film lokal mampu bersaing dan diminati oleh banyak orang.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Para pemain 'Agak Laen 2', termasuk Indra Jegel dan Oki Rengga, telah menegaskan komitmen untuk mengabdi di panti jompo sebagai bentuk nazar. Satu di antara mereka menyatakan, "Kapan waktunya nanti akan kami cari, ditunggu saja," pada video di akun Instagram resmi Imajinari.
Meskipun terlibat dalam pengabdian tersebut, para pemeran tetap berharap penonton akan terus menikmati film-film mereka. Ini menciptakan hubungan yang lebih dalam antara para pemain dan khalayak, menunjukkan rasa empati dan perhatian yang tinggi.
'Agak Laen 2' kini berpotensi untuk menggeser film 'KKN di Desa Penari' yang saat ini berada di peringkat kedua film terlaris Indonesia dengan 10.061.033 penonton. Film ini mendekati rekor 'Jumbo' yang berhasil menarik 10.233.002 penonton.
Penggambaran komedi situasi absurd dalam 'Agak Laen 2' memberikan daya tarik tersendiri bagi penonton. Popularitas film ini juga mencerminkan pergeseran tren dalam industri film di Indonesia, terutama dalam hal tema dan pendekatan narasi.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: