BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 16:38 WIB

Respon Wali Kota Surabaya Terkait Kasus Pengusiran Nenek Elina

Respon Wali Kota Surabaya Terkait Kasus Pengusiran Nenek ElinaRespon Wali Kota Surabaya Terkait Kasus Pengusiran Nenek Elina

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan tanggapan serius terhadap kasus pengusiran paksa dan pembongkaran rumah Elina Widjajanti, seorang nenek berusia 80 tahun, di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Dia memastikan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh pihak kecamatan dan Polda Jawa Timur, serta akan dibentuk satgas antipreman untuk meningkatkan pengawasan.

Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang

Sejak berita pengusiran Nenek Elina beredar, respons dari masyarakat dan pemerintah mulai muncul dengan cepat. Eri Cahyadi menekankan pentingnya penanganan kasus ini dengan serius terutama melibatkan dugaan keterlibatan organisasi masyarakat.

Eri mengungkapkan, 'Kalau ada kegiatan yang kemarin viral terkait nenek yang dilakukan (pengusiran) oleh ormas maka di Surabaya ini akan kita bentuk satgas antipreman.' Pembentukan satgas ini ini untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Surabaya.

Menurut Eri, satgas ini akan melibatkan TNI, Polri, dan semua elemen masyarakat. 'Kejadian ini sudah ditangani Polda, dan insyaallah saya akan datang langsung ke Polda Jatim agar menjadi atensi,' lanjutnya. Ini adalah langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Pentingnya Persatuan di Masyarakat

Eri Cahyadi menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap warga, apalagi yang dilakukan kepada lansia. Dalam pernyataannya, dia menyebutkan, 'Kalau sampai seorang nenek itu dilakukan seperti itu, tetapi yang pasti warga Surabaya, kita jangan pernah terpecah belah.'

Dia mengingatkan bahwa Surabaya adalah kota yang mengedepankan persatuan tanpa memandang latar belakang suku. 'Kita ini warga Surabaya, mau suku apa pun semuanya ada di Surabaya. Surabaya tidak mengenal suku. Harus saling menjaga,' tegasnya.

Tekad pemerintah untuk menjaga keamanan di kota ini sangat jelas. Eri Cahyadi menegaskan, 'Gak oleh mbujuki wong Suroboyo, gak oleh nipu wong Suroboyo, gak oleh berbuat semena-mena terhadap orang Surabaya.'

Ajakan untuk Bersatu Melawan Kejahatan

Wali Kota juga menyerukan kepada masyarakat untuk memiliki keberanian dalam melawan tindakan premanisme. Dia menekankan pentingnya respons masyarakat terhadap tindakan semena-mena dan mengajak warga untuk bertindak sesuai hukum.

Eri menyatakan, 'Kalau ada yang seperti itu, ya, kita lawan bareng-bareng.' Harapannya adalah adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masalah kejahatan di Surabaya.

Dia juga menekankan bahwa penegakan hukum sangat penting, 'Hukum tidak boleh berhenti, tetapi jangan sampai terjadi benturan antarsesama warga Kota Surabaya.' Ini menegaskan pentingnya menjaga ketentraman dan persatuan di dalam masyarakat.

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Respon Wali Kota Surabaya Terkait Kasus Pengusiran Nenek Elina

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!