Menghadapi Tekanan Sosial di Era Digital
Membandingkan hidup dengan orang lain dapat menimbulkan dampak yang signifikan. Di tengah maraknya media sosial, hal ini menjadi fenomena yang banyak dialami oleh masyarakat.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Dengan hadirnya platform seperti Instagram dan TikTok, banyak orang terpapar pada gambaran hidup yang glamor dan sempurna, yang sering kali tidak mencerminkan kenyataan. Ini bisa menciptakan perasaan tidak cukup dalam diri seseorang.
Media sosial telah merubah cara orang memandang kehidupan sehari-hari. Banyak pengguna yang hanya menampilkan sisi terbaik dari hidup mereka, menciptakan kesan bahwa orang lain memiliki kehidupan yang lebih menarik.
Platform seperti Instagram dan TikTok menyuguhkan berbagai konten di mana individu membagikan momen bahagia dan pencapaian besar. Hal ini dapat memicu perasaan tertinggal jika seseorang merasa hidupnya tidak sebanding dengan yang mereka lihat.
Psikolog setempat menjelaskan fenomena ini bisa menyebabkan kecemasan dan stres. Jika seseorang terus menerus membandingkan pencapaiannya dengan orang lain di media sosial, dampaknya bisa sangat merugikan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Merasa tidak cukup adalah salah satu dampak signifikan dari membandingkan diri dengan orang lain. Ketika sering menghadapi keberhasilan orang lain, perasaan ini bisa menghantui individu secara konstan.
"Ketidakpuasan diri akan muncul ketika seseorang merasa tidak memiliki apa yang dilihatnya di orang lain," jelas seorang ahli kesehatan mental.
Dampak dari perasaan ini sering mendorong orang untuk mengejar standar yang mungkin tidak realistis. Tanpa pengelolaan yang tepat, hal ini dapat menjurus pada depresi serta berbagai masalah kesehatan mental yang lainnya.
Salah satu solusi untuk menghindari perbandingan yang merugikan adalah dengan mengalihkan fokus pada diri sendiri. Daripada terus menilai diri berdasarkan pencapaian orang lain, lebih baik meninjau kembali pencapaian dan impian pribadi.
Mengatur tujuan jangka pendek bisa menjadi cara yang baik untuk meningkatkan motivasi. "Buatlah langkah kecil yang konkret menuju apa yang ingin kamu capai, dan cintai prosesnya," tambah seorang motivator.
Dengan melepaskan diri dari siklus perbandingan, individu dapat lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan meningkatkan kebahagiaan secara keseluruhan.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: