Mengapa Menjaga Perasaan Orang Lain Terkadang Mengorbankan Diri Sendiri?
Sering kali, perhatian kita lebih terfokus pada menjaga perasaan orang lain daripada memperhatikan diri sendiri. Hal ini menjadi pertanyaan yang sering muncul dalam obrolan di berbagai kalangan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Keterikatan emosional menjadi salah satu faktor utama mengapa kita lebih peduli terhadap perasaan orang lain. Dalam hubungan dekat seperti dengan keluarga atau teman, kita cenderung lebih peka terhadap perasaan mereka.
Norma sosial yang berlaku di banyak budaya, termasuk Indonesia, juga berperan penting. Kita sering diajarkan untuk mengutamakan orang lain dan menjaga hubungan baik, sehingga frasa 'jangan menyakiti hati orang lain' menjadi mantra yang diulang-ulang.
Ketika teman mengalami kesedihan, seperti putus cinta, kita tidak hanya merasakan kesedihan mereka, tetapi menjadi terdorong untuk menghibur meski kita sendiri juga sedang menghadapi masalah.
Rasa ketidaknyamanan saat harus menghadapi emosi pribadi sering mendorong kita untuk menjaga perasaan orang lain. Menghadapi masalah pribadi bisa terasa menakutkan, dan berfokus pada orang lain terasa lebih aman.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Saat bertengkar dengan pasangan, kita mungkin lebih memilih untuk menenangkan mereka daripada mengungkapkan perasaan kita yang terdampak. Ini menunjukkan kecenderungan menghindari masalah yang banyak dilakukan orang.
Dalam beberapa kondisi, meletakkan kebutuhan orang lain pertama kali membawa rasa baik sesaat namun dalam jangka panjang, bisa menghasilkan perasaan tidak puas dan terabaikan.
Terus-menerus menjaga perasaan orang lain dapat mengganggu kesehatan mental kita. Ini dapat menyebabkan stres, kecemasan, hingga depresi akibat pengabaian terhadap kebutuhan diri.
Sikap ini sering terbentuk menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Mengedepankan kesejahteraan diri menjadi kunci untuk menghindari efek negatif ini.
Sebagai rekomendasi, para profesional kesehatan mental menyarankan untuk menemukan keseimbangan. "Kesejahteraan kita penting untuk bisa membantu orang lain," ungkap seorang konselor psikologi, menekankan betapa pentingnya merawat diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: