Riset Mengungkap Kebiasaan Pagi Berisiko Tinggi Terhadap Serangan Jantung
Penyakit jantung tetap menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Menurut informasi terbaru, kebiasaan pagi yang dianaktirikan dapat menyebabkan 90 persen serangan jantung.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Dr. Sana Sadoxai mengungkapkan bahwa kurangnya aktivitas fisik setelah bangun tidur berkontribusi besar terhadap risiko ini. Pernyataan ini pun mengingatkan pentingnya gerakan di pagi hari untuk kesehatan jantung.
Dokter Sadoxai menjelaskan bahwa risiko serangan jantung sering kali dimulai sejak seseorang bangun dan langsung bergerak secara pasif. Kegiatan seperti memeriksa ponsel atau duduk lama dapat meningkatkan masalah kesehatan.
Kondisi ini berpengaruh terhadap peradangan di tubuh, mempercepat resistensi insulin, dan meningkatkan penumpukan lemak perut. Selain itu, tekanan darah yang tinggi berpotensi menjadi faktor risiko serangan jantung, terutama bagi yang memiliki berat badan berlebih.
Untuk mengatasi masalah ini, disarankan untuk melakukan aktivitas ringan selama 5 hingga 7 menit di pagi hari. Kegiatan seperti jalan cepat dan peregangan bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Dr. Sadoxai menekankan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan pagi bisa berdampak signifikan untuk kesehatan. Dengan mengadopsi rutinitas yang lebih aktif, seseorang dapat menstabilkan kadar gula darah serta meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
"Berat badan, metabolisme, dan kesehatan jantung saling terkait. Mengabaikan kebiasaan pagi ini merupakan ancaman tersembunyi," tegasnya, memberikan gambaran jelas tentang risiko yang ada.
Adanya keluhan seperti obesitas atau kelelahan kronis juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan metabolisme yang perlu diperhatikan.
National Health Service (NHS) menyatakan gejala serangan jantung umumnya meliputi nyeri dada, yang bisa terasa sangat tertekan. Selain itu, bisa juga muncul nyeri menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti lengan, rahang, dan punggung.
Untuk mencegah terjadinya serangan jantung, masyarakat dihimbau untuk berhenti merokok, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Disarankan bagi orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang minimal 150 menit dalam seminggu.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: