Mengapa Berat Badan Cenderung Naik di Penutupan Tahun?
Menjelang akhir tahun, banyak individu menyadari perubahan pada berat badan mereka. Perasaan berat badan yang meningkat ini ternyata dialami oleh banyak orang, bukan hanya segelintir saja.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Mengapa hal ini bisa terjadi? Berbagai faktor, mulai dari pola makan hingga aspek psikologis, berkontribusi pada fenomena ini yang kerap diabaikan.
Akhir tahun identik dengan berbagai perayaan yang menyediakan beragam makanan lezat. Dari Natal hingga Tahun Baru, tersedianya hidangan tinggi kalori mengundang banyak orang untuk mengonsumsinya lebih banyak dari biasanya.
Makanan khas saat perayaan sering kali mengandung kalori tinggi. Misalnya, kue-kue manis dan berbagai santapan gurih yang dapat membuat asupan kalori harian meningkat secara signifikan.
Kebiasaan untuk ngemil saat berkumpul bersama keluarga juga dapat menambah jumlah kalori yang kita konsumsi tanpa menyadarinya. Ini membuat kita sering kali melewatkan batas porsi yang seharusnya diperhatikan.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Bulan-bulan akhir tahun merupakan waktu yang padat, sering kali menyebabkan orang tenggelam dalam kesibukan. Rutinitas olahraga yang biasanya dilakukan sering kali terabaikan karena persiapan liburan.
Di sejumlah daerah, cuaca yang lebih dingin juga membuat banyak orang enggan untuk bergerak. Dengan kegiatan fisik yang menurun, jumlah kalori yang terbakar dalam tubuh juga berkurang.
Kelelahan yang sering muncul setelah menjalani hari yang padat kerap membuat orang lebih memilih beristirahat ketimbang berolahraga. Kondisi ini berkontribusi pada penambahan berat badan di akhir tahun.
Akhir tahun sering kali menjadi refleksi bagi banyak individu, berpotensi memengaruhi pola makan mereka. Momen perayaan membawa perasaan bahwa kita perlu merayakannya dengan hidangan yang melimpah.
Perayaan sering kali dipenuhi dengan harapan dan kenangan yang terkait dengan kenikmatan makanan. Emosi positif ini cenderung mendorong orang untuk makan lebih banyak.
Saat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, perasaan bahagia tersebut sering kali membuat kita lebih sulit menolak tawaran makanan yang berlebihan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: