Bahaya Kolesterol Tinggi pada Tubuh Kurus: Apa yang Harus Diketahui?
Banyak orang percaya bahwa tubuh kurus berarti minim risiko kesehatan, termasuk masalah kolesterol. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa individu kurus bisa jadi menghadapi masalah kolesterol tinggi yang seringkali tidak terdeteksi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menurut para ahli, faktor genetik memainkan peran besar dalam kadar kolesterol, bahkan lebih dari sekadar berat badan tubuh. Meski terlihat sehat, orang kurus tetap harus waspada terhadap risiko kesehatan ini.
Kolesterol dalam tubuh sebagian besar dihasilkan oleh hati, meski juga bisa didapat dari makanan. Pada individu bertubuh kurus, kolesterol tinggi biasa terjadi karena faktor genetik yang membuat hati memproduksi LDL (Low Density Lipoprotein) secara berlebihan.
Menjaga pola makan dan berolahraga bukanlah jaminan bahwa individu ini terhindar dari masalah kolesterol. Penelitian dari Z. Vaezi dan Global Lipids Genetics Consortium mencatat bahwa kondisi ini bisa menyebabkan pembentukan plak di dalam arteri pada usia yang lebih muda.
Hal ini membuat arteri lebih cepat mengalami penuaan sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung yang serius di kemudian hari.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Salah satu penyebab genetik terjadinya kolesterol tinggi adalah Hiperkolesterolemia Familial (FH). C. Pirazzi menjelaskan bahwa mutasi genetik ini merupakan faktor utama yang menyebabkan penyakit jantung dini pada orang-orang yang secara fisik tampak sehat.
FH dapat memengaruhi sekitar 1 dari 200 hingga 250 orang di seluruh dunia, dan disebabkan oleh kerusakan pada gen seperti LDLR, APOB, atau PCSK9. Kerusakan ini mencegah tubuh dari membersihkan LDL dari aliran darah.
Dengan kata lain, meskipun orang dengan kondisi ini menjaga pola hidup sehat, mereka tetap berisiko tinggi memiliki kadar kolesterol yang mengkhawatirkan.
American Heart Association (AHA) menyoroti bahwa kolesterol tinggi sering kali merupakan 'penyakit keluarga'. Jika ada riwayat serangan jantung dini dalam keluarga, sangat disarankan untuk anggota keluarga menjalani tes skrining untuk memantau kondisi kesehatan.
Tes yang direkomendasikan antara lain Panel Lipid Puasa, yang dapat mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Tes genetik untuk FH juga crucial bagi mereka yang memiliki kadar LDL tinggi serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Dengan skrining yang tepat, risiko dapat terdeteksi lebih awal dan tindakan pencegahan bisa diambil untuk menjaga kesehatan jantung.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: