BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 17:01 WIB

Krisis Banjir di Gaza: Peringatan dari Amnesty International

Krisis Banjir di Gaza: Peringatan dari Amnesty InternationalKrisis Banjir di Gaza: Peringatan dari Amnesty International

Lebih dari sekadar cuaca ekstrem, banjir yang melanda Gaza diakui sebagai hasil dari krisis kemanusiaan yang cukup memprihatinkan. Amnesty International menegaskan bahwa situasi ini adalah outcome dari kebijakan genosida yang sedang berlangsung dari Israel.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Direktur senior Amnesty International, Erika Guevara Rosas, menekankan bahwa kondisi memprihatinkan di Gaza seperti bangunan yang roboh dan tenda terendam air merupakan tragedi yang seharusnya dapat dihindari.

Pernyataan Tegas dari Amnesty International

Dalam pernyataan terkini, Amnesty International menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi akibat hujan lebat di Gaza adalah 'tragedi yang sepenuhnya dapat dicegah'.

Erika Guevara Rosas menjelaskan bahwa bencana ini adalah 'konsekuensi yang dapat diprediksi dari genosida Israel yang sedang berlangsung,' menegaskan pentingnya perhatian internasional terhadap situasi ini.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Dampak Banjir dan Krisis Kemanusiaan

Akibat dari Badai Byron, ribuan tenda bagi pengungsi kini terendam air, menjadikan kondisi kehidupan semakin sulit. Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa ribuan pengungsi kini kehilangan tempat tinggal dan terpapar cuaca dingin.

Banjir tidak hanya merusak rumah, tetapi juga memperburuk kondisi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang sudah menderita akibat konflik berkepanjangan.

Seruan untuk Tindakan dari Komunitas Internasional

Amnesty International mengajak komunitas internasional untuk mengambil tindakan demi meringankan beban di Gaza. Mereka mendesak Israel untuk segera mencabut blokade dan membebaskan akses terhadap makanan serta bahan bangunan.

Saat ini, lebih dari 81% bangunan di Gaza mengalami kerusakan berat, membuat banyak warga hidup dalam kondisi yang sangat tidak layak. Tuntutan ini semakin mendesak, mengingat kondisi yang kian memburuk.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Banjir di Gaza: Peringatan dari Amnesty International

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!