BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:05 WIB

Meneliti Rasa Sakit Melalui Lensa: Ketika Otak Kita Terhubung dengan Luka Orang Lain

Meneliti Rasa Sakit Melalui Lensa: Ketika Otak Kita Terhubung dengan Luka Orang LainMeneliti Rasa Sakit Melalui Lensa: Ketika Otak Kita Terhubung dengan Luka Orang Lain

Sebuah studi dari University of Reading menunjukkan bahwa otak manusia mampu merasakan sakit saat melihat orang lain terluka.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Penelitian ini menekankan bahwa tidak hanya visualisasi yang terjadi, melainkan juga aktivasi bagian otak yang berfungsi mengolah sensasi sentuhan.

Metode dan Temuan Penelitian

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Dr. Nicholas Hedger, 174 relawan diminta untuk menonton klip dari film populer seperti 'Inception' dan 'Home Alone'.

Selama pemutaran film, aktivitas otak para relawan dipindai untuk menganalisis respons mereka terhadap adegan yang memperlihatkan cedera.

Hasil pemindaian menunjukkan adanya keterkaitan erat antara sistem visual otak dan sistem pemrosesan sentuhan. Ketika adegan-adegan cedera muncul, bagian otak yang terkait dengan sentuhan diaktifkan seolah-olah individu yang menonton mengalami rasa sakit tersebut.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Pengolahan Visual dan Sensasi Tubuh

Penelitian ini mengungkap bahwa bagian dorsal dari sistem visual memetakan area tertentu pada layar yang berhubungan dengan bagian tubuh yang terlihat.

Sebagai contoh, ketika wajah ditampilkan, bagian otak yang merespons gambar wajah menjadi lebih aktif dan hal ini juga berlaku untuk bagian tubuh lainnya.

Lebih lanjut, bagian ventral dari sistem visual menyesuaikan aktivitas dengan bagian tubuh yang sedang diamati. Ketika menonton tangan yang cedera, bagian otak yang berkenaan dengan tangan tersebut akan menunjukkan aktivitas lebih tinggi, terlepas dari posisi gambar di layar.

Implikasi dalam Pemahaman Neurologis dan Empati

Dr. Hedger menyatakan bahwa hubungan antara sistem visual dan sentuhan ini membawa dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

Informasi yang diterima melalui sentuhan membantu otak untuk membangun gambaran ruang bahkan dalam kondisi gelap.

Temuan ini membuka peluang baru dalam memahami kondisi neurologis seperti autisme. Penelitian menunjukkan bahwa teknik pemutaran film dapat menjadi metode nyaman untuk mengamati respon individu dengan sensitivitas tinggi terhadap rangsangan.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meneliti Rasa Sakit Melalui Lensa: Ketika Otak Kita Terhubung dengan Luka Orang Lain

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!