Kritik Penggunaan Gajah untuk Penanganan Pascabencana di Aceh
Penggunaan empat ekor gajah untuk mengangkut kayu gelondongan sisa banjir di Aceh telah memicu kritik dari sejumlah anggota DPR RI.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Beberapa pihak berpendapat bahwa pemanfaatan satwa yang dilindungi dalam kegiatan berat pascabencana adalah langkah yang tidak tepat dan dapat merugikan kesejahteraan hewan.
Daniel Johan, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, menyatakan bahwa melibatkan gajah dalam penanganan bencana dapat berisiko bagi kesehatan dan keselamatan hewan.
Dia menambahkan, "Gajah adalah satwa lindung, sehingga melibatkan mereka dalam pekerjaan berat pascabencana menimbulkan risiko terhadap keselamatan satwa, serta bertentangan dengan prinsip konservasi yang menempatkan kesejahteraan hewan sebagai prioritas."
Menurutnya, pekerjaan pembersihan puing-puing akibat bencana seharusnya dilakukan oleh manusia dengan peralatan yang tepat, bukan dengan mengandalkan gajah.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, 'Penggunaan gajah tersebut tidak wajar', dan menegaskan bahwa tugas tersebut seharusnya tidak dibebankan pada gajah yang memiliki beban berat.
Daniel juga menyoroti bahwa kerusakan habitat gajah sering kali disebabkan oleh aktivitas manusia, termasuk illegal logging.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dia memperingatkan bahwa ketergantungan pada gajah untuk penanganan bencana mencerminkan pemanfaatan yang tidak seharusnya bagi satwa tersebut.
"Kerusakan habitat gajah dan hutan terjadi karena ulah manusia dengan adanya illegal logging/pembalakan liar," tuturnya, menekankan perlunya perlindungan terhadap gajah, terutama dalam situasi pascabencana.
Pentingnya kesejahteraan satwa harus menjadi perhatian utama saat merencanakan tanggap bencana.
Alex Indra Lukman, Wakil Ketua Komisi IV DPR, juga memiliki pandangan bahwa penggunaan gajah dalam evakuasi pascabencana sebaiknya dihindari.
"Tenaga manusia saja kita berdayakan untuk tanggap darurat, tetapi tentu kita harap penggunaan gajah dengan perhatikan segala aspek," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: