Kritik dan Dukungan: Donasi Rp10 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra
Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, mendapat sorotan publik setelah mengomentari donasi sebesar Rp10 miliar dari Ferry Irwandi untuk korban bencana di Sumatra. Pernyataan tersebut terjadi dalam Rapat Kerja dengan Menteri Komunikasi dan Digital di Jakarta, Senin (8/12).
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Endipat membandingkan bantuan pemerintah yang mencapai triliunan rupiah dengan sumbangan individu, yang memicu reaksi dari Ferry dan masyarakat. Kritik ini menindih usaha individu yang berkontribusi terhadap penanggulangan bencana.
Dalam pertanyaan yang dilontarkan, Endipat Wijaya menyebut donasi Rp10 miliar dari Ferry Irwandi sebagai kurang berarti dibandingkan dengan dukungan pemerintah yang lebih besar. Ia mengungkapkan, "Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal."
Pernyataan tersebut dianggap meremehkan usaha individu dalam situasi darurat. Endipat berharap agar Kementerian Komunikasi dan Digital lebih aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai bantuan pemerintah dalam penanggulangan bencana.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Setelah kritik tersebut viral di media sosial, Endipat menghubungi Ferry Irwandi untuk meminta maaf. Dalam konfirmasi di media sosial, Ferry menyatakan, "Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena enggaknya memelihara konflik di situasi seperti sekarang."
Kedua pihak sepakat untuk menjaga komunikasi agar ketegangan yang tidak diperlukan dapat dihindari. Permintaan maaf ini menunjukkan pentingnya menjaga hubungan baik dalam situasi yang sensitif seperti ini.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turut memberikan dukungan terhadap inisiatif warga seperti yang dilakukan oleh Ferry Irwandi. Ia mengemukakan bahwa gerakan warga merupakan wujud nyata dari semangat gotong-royong yang kuat di Indonesia.
Gibran menjelaskan, "Gerakan warga bantu warga seperti yang dilakukan oleh banyak lembaga sosial, komunitas, hingga individu merupakan aksi nyata dari semangat gotong-royong dan kepedulian sosial." Pendapat ini menunjukkan bahwa kontribusi individu dalam penanggulangan bencana tetap memiliki makna meski skala bantuan pemerintah jauh lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: