Meningkatnya Angka Kematian Stroke di Indonesia dan Pentingnya Penanganan Cepat
Stroke menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia, mengakibatkan lebih dari 350 ribu jiwa melayang setiap tahunnya.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Kementerian Kesehatan telah memperkenalkan panduan 'SeGeRa Ke RS' untuk membantu masyarakat mengenali gejala awal stroke dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan stroke sebagai salah satu penyebab utama kematian di tanah air.
Setiap tahun, stroke menyebabkan ratusan ribu kematian, sementara banyak pasien yang selamat seringkali menghadapi kecacatan jangka panjang.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan, 'Stroke itu menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun.'
Angka yang mengkhawatirkan tersebut menyoroti perlunya upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan stroke.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Tingginya angka kematian akibat stroke juga berdampak pada tingkat kecacatan permanen yang dialami pasien yang selamat.
Dante menekankan pentingnya penanganan cepat, agar pasien dapat pulih secara optimal. 'Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,' jelasnya.
Sehingga, mengenali gejala stroke sedini mungkin menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko yang ada.
Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan istilah 'SeGeRa Ke RS' untuk menandai tanda-tanda awal stroke yang wajib diwaspadai.
Gejala pertama adalah 'Se' yang berarti senyum tidak simetris, saat satu sisi wajah tidak bergerak dengan baik.
'Ge' menunjukkan gerakan mendadak melemah, membuat pasien sulit bergerak atau lemas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: