Banjir Lahar Menggenangi Permukiman Warga di Lumajang
Banjir lahar yang terjadi akibat erupsi Gunung Semeru telah menggenangi 15 rumah di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Ketinggian material banjir lahar mencapai empat meter, menjadikan hanya atap rumah yang terlihat di antara tumpukan pasir.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa banjir lahar telah menyebabkan kerusakan signifikan di permukiman warga. 'Banjir lahar yang meluap mengakibatkan 15 rumah warga di Dusun Sumber Langsep terdampak,' ujarnya.
Lebih dari sekadar kerusakan rumah, banjir lahar ini juga mengakibatkan sebuah masjid di dusun tersebut terimbun. Tim evakuasi telah dikerahkan untuk menyelamatkan warga dari wilayah yang berpotensi berdampak lebih lanjut.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Hujan deras yang terus berlanjut sejak Sabtu pagi meningkatkan intensitas aliran banjir lahar ke daerah pemukiman. Pantauan menunjukkan bahwa material lahar mengalir melalui beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk Sungai Regoyo di Desa Jugosari.
Aliran lahar yang besar membuat sungai mengalami kewalahan dalam menampung debit air, sehingga luapan terjadi. Fenomena ini memicu sinyal peringatan bagi warga di daerah rawan agar tetap waspada.
Tim BPBD saat ini terus memantau kondisi terbaru di lapangan dan bersiap untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Isnugroho menegaskan, 'Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya.'
Pemerintah daerah juga berencana melakukan evaluasi mendalam terkait potensi dampak yang lebih luas dan mendesak untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: