Kontroversi Bupati Aceh Selatan yang Tinggalkan Wilayah untuk Umrah saat Bencana
Presiden Prabowo Subianto mengecam keputusan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang pergi umrah saat wilayahnya dilanda bencana banjir dan longsor. Ia meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengambil tindakan tegas terkait hal ini.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Pernyataan Prabowo muncul dalam rapat percepatan penanganan bencana di Aceh Besar, di mana ia menekankan bahwa pimpinan daerah harus tetap bertanggung jawab dalam situasi darurat.
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mendapat perhatian negatif dari publik setelah secara kontroversial pergi untuk umrah saat wilayahnya mengalami bencana banjir dan longsor. Banyak warga yang harus mengungsi di tenda-tenda darurat merasa tindakan ini sangat tidak tepat.
Surat ketidaksanggupan penanganan bencana yang ditandatangani Mirwan pada tanggal 27 November menjadi sorotan. Meskipun telah mengajukan permohonan untuk tidak bertugas, ia tetap memilih untuk menunaikan umrah pada 2 Desember, yang memicu kritik tajam dari berbagai kalangan.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Gubernur Aceh Selatan, Muzakir Manaf, menyatakan penolakan terhadap permohonan izin umrah yang diajukan oleh Mirwan. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan bahwa permohonan tersebut tidak bisa dikabulkan mengingat situasi darurat yang tengah berlangsung.
Sebagai bentuk konsekuensi atas tindakannya, Partai Gerindra memutuskan untuk memecat Mirwan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, menyatakan, 'Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan.'
Dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Prabowo, ia menekankan bahwa banyak ladang pertanian dan perumahan rusak akibat bencana yang melanda 11 kecamatan di Aceh Selatan. Prabowo berjanji bahwa pemulihan menjadi prioritas utama.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para bupati lain yang tetap berjuang untuk rakyat di tengah krisis dan menegaskan pentingnya kerja sama dalam proses pemulihan dan penyaluran bantuan.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: