BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 14:10 WIB

Transplantasi Sel Punca: Harapan Baru bagi Pasien HIV di Berlin

Transplantasi Sel Punca: Harapan Baru bagi Pasien HIV di BerlinTransplantasi Sel Punca: Harapan Baru bagi Pasien HIV di Berlin

Seorang pria berusia 60 tahun di Berlin, Jerman, baru saja membuat sejarah sebagai orang ke-7 di dunia yang sembuh dari HIV berkat transplantasi sel punca. Penemuan ini diumumkan bersamaan dengan perayaan Hari AIDS Sedunia dan dipublikasikan di jurnal Nature.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Pasien yang dijuluki 'B2' ini berhasil sembuh setelah menjalani terapi sel punca untuk mengatasi leukemia myeloid akut, menunjukkan bahwa prosedur ini dapat menghilangkan jejak virus dari tubuh.

Detail Kesembuhan Pasien B2

HIV telah didiagnosis pada pasien yang dikenal sebagai B2 sejak tahun 2009 dan ia memulai perawatan untuk leukemia pada tahun 2015. Setelah menjalani transplantasi sel punca, B2 menghentikan terapi antiretroviral dan enam tahun kemudian, tidak terdeteksi adanya virus HIV dalam tubuhnya.

Prosedur transplantasi sel punca ini umumnya ditujukan untuk pengobatan kanker, bukan HIV, namun hasil ini menunjukkan bahwa ada potensi lebih lanjut dalam mengatasi virus tersebut.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Profil Pendonor dan Mutasi Gen

Keunikan kasus B2 terletak pada profil pendonornya yang hanya memiliki satu salinan mutasi gen CCR5 Δ32, berbeda dari enam pasien sebelumnya yang memiliki dua salinan. Meskipun satu salinan biasanya dianggap tidak cukup untuk memberikan perlindungan, temuan ini membuka harapan baru bagi penyelamatan lebih banyak pasien.

Jumlah orang di seluruh dunia yang memiliki satu salinan mutasi tersebut jauh lebih banyak dibanding mereka yang memiliki dua salinan, menandakan bahwa pendekatan ini mungkin dapat diterapkan untuk lebih banyak pasien di masa mendatang.

Implicasi dan Tantangan di Masa Depan

Meskipun hasil penelitian ini menggembirakan, transplantasi sel punca bukanlah solusi yang praktis untuk sebagian besar pasien dengan HIV. Prosedur ini memiliki risiko tinggi dan biaya sangat mahal, dan umumnya diperuntukkan bagi pasien kanker.

Para ahli menyatakan bahwa terapi antiretroviral tetap merupakan pilihan pengobatan yang paling aman dan efektif bagi orang dengan HIV-AIDS. Meskipun penelitian ini menunjukkan kemajuan dalam riset HIV, kesenjangan dalam akses pengobatan masih perlu diatasi.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Transplantasi Sel Punca: Harapan Baru bagi Pasien HIV di Berlin

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!