BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

Peningkatan Polusi Udara di Thailand: Apa yang Perlu Diketahui Traveler?

Peningkatan Polusi Udara di Thailand: Apa yang Perlu Diketahui Traveler?Peningkatan Polusi Udara di Thailand: Apa yang Perlu Diketahui Traveler?

Traveler yang ingin mengunjungi Thailand sebaiknya mempersiapkan diri dengan membawa masker untuk melindungi diri dari polusi udara yang semakin parah.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

GISTDA Thailand telah memberi peringatan tentang meningkatnya kadar PM2,5 yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Meningkatnya Kadar PM2,5 di Thailand

Aplikasi Check Foon mengungkap lonjakan signifikan kadar PM2,5 pada 1 Desember 2025. Partikel ini berasal dari berbagai sumber seperti asap kendaraan, emisi industri, kebakaran hutan, dan debu perkotaan.

Kandungan PM2,5 yang tinggi menjadi ancaman serius bagi kesehatan, bisa masuk ke dalam paru-paru serta aliran darah, berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti batuk, sesak napas, dan penyakit jantung.

Data terbaru menunjukkan lima provinsi di Thailand telah memasuki zona merah, yang artinya polusi telah melampaui batas yang aman bagi kesehatan.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Kualitas Udara di Bangkok dan Daerah Lainnya

Kualitas udara di Bangkok juga dalam kondisi memprihatinkan dengan kadar PM2,5 yang melewati ambang batas merah di 48 distrik. Distrik seperti Nong Khaem dan Bang Bon menunjukkan kadar tinggi.

Pusat informasi kualitas udara dari Administrasi Metropolitan Bangkok melaporkan bahwa pada pukul 07.00, konsentrasi PM2,5 di ibukota mencapai 45 µg/m³, lebih tinggi dari standar nasional yakni 37,5 µg/m³.

Distrik dengan kadar PM2,5 tertinggi meliputi Lat Krabang dan Ratchathewi, masing-masing mencatat angka di atas 52 µg/m³.

Tindakan Pencegahan untuk Masyarakat dan Turis

Pihak berwenang menyarankan masyarakat dan turis untuk mengenakan masker bersertifikasi PM2,5 saat berada di luar ruangan. Pembatasan aktivitas berat juga dianjurkan untuk mengurangi dampak polusi.

Masyarakat diminta untuk memantau gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata, terutama bagi kelompok rentan yang harus selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

Penghindaran olahraga berat di luar ruangan serta mengikuti saran medis sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peningkatan Polusi Udara di Thailand: Apa yang Perlu Diketahui Traveler?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!