Misteri Suara Keroncongan: Kenapa Perut Kita Bunyi Saat Lapar?
Pernahkah kamu mendengar suara aneh dari perutmu saat lapar? Suara ini, yang dikenal dengan istilah 'keroncongan', ternyata memiliki penjelasan yang menarik.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Saat perut berbunyi, itu menandakan bahwa sistem pencernaan kita bekerja meskipun perut belum terisi makanan. Mari kita jelajahi fenomena ini lebih dalam.
Suara keroncongan atau 'borborygmi' adalah bunyi yang dihasilkan oleh gerakan usus selama mencerna makanan. Ketika lapar, tubuh bersiap untuk menerima makanan, yang membuat usus semakin aktif.
Dalam keadaan perut kosong, gas dan cairan dalam usus bergerak dan menciptakan suara. Proses ini adalah bagian normal dari fungsi sistem pencernaan yang sehat.
Beberapa faktor, seperti makanan yang telah dikonsumsi sebelumnya dan seberapa lama kita telah berpuasa, dapat membuat suara ini lebih terdengar.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Ketika perut mulai merasa lapar, tubuh mulai memproduksi hormon bernama grelin. Hormon ini tidak hanya menunjukkan kita harus makan, tetapi juga merangsang aktivitas usus.
Grelin menyebabkan kontraksi di dinding perut yang mengarah pada suara keroncongan. Semakin banyak hormon ini diproduksi, semakin aktif usus dalam menghasilkan suara.
Dengan demikian, penting untuk memahami bahwa suara dari perut bukan sekadar menandakan lapar, tetapi juga tanda tubuh mempersiapkan diri untuk mencerna makanan.
Suara keroncongan biasanya lebih sering terdengar saat kita sudah lama tidak makan. Contohnya, setelah melewatkan sarapan atau ketika menjalani puasa.
Namun, suara ini juga bisa muncul setelah kita makan, terutama jika makanan tersebut berat untuk dicerna. Ini menandakan bahwa sistem pencernaan sedang bekerja keras.
Kondisi emosional seperti stres atau kecemasan juga dapat meningkatkan aktivitas usus, sehingga perut dapat berbunyi lebih sering.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: