Mengapa Multitasking Bisa Membuat Otak Lemot?
Banyak dari kita sering membuka puluhan tab di browser, tetapi pernahkah kamu menyadari dampak dari kebiasaan ini terhadap otak kita?
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Studi terbaru menunjukkan bahwa multitasking yang berlebihan dapat membebani otak, membuat fokus kita terganggu.
Otak kita merupakan mesin yang sangat canggih, tetapi tidak dirancang untuk menangani banyak informasi secara bersamaan. Ketika kita membuka banyak tab, otak terpaksa berpindah antara berbagai tugas, yang dapat memperlambat kemampuan kita untuk fokus.
Fenomena ini dikenal dengan istilah 'cognitive switching', yang bisa mengurangi efisiensi mental. Setiap kali kita beralih dari satu tab ke tab yang lain, dibutuhkan waktu bagi otak untuk menyesuaikan diri.
Penelitian menunjukkan bahwa terlalu sering berganti tugas dapat berdampak negatif pada daya ingat jangka pendek. Ini berarti informasi penting bisa terlewat, karena perhatian kita terbagi.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Di era digital ini, multitasking telah menjadi kebiasaan umum, namun dampaknya terhadap kinerja dapat lebih signifikan dibandingkan yang kita kira. Setiap kali kita membuka banyak tab, otak kita bekerja lebih keras, yang bisa menyebabkan kelelahan mental.
Sebuah studi oleh Stanford University menegaskan bahwa mereka yang sering melakukan multitasking tidak lebih efisien dibandingkan dengan mereka yang fokus pada satu tugas sekaligus. Dengan membuka banyak tab, produktivitas kita malah menurun.
Alih-alih menyelesaikan tugas dengan cepat, kita justru menghabiskan lebih banyak waktu untuk beralih antara tab yang berbeda, membuat pekerjaan terasa lebih berat.
Untuk menghindari kelelahan mental yang disebabkan oleh multitasking, salah satu solusinya adalah dengan membatasi jumlah tab yang dibuka. Cobalah untuk menyelesaikan satu tugas sebelum beralih ke tugas lainnya.
Menggunakan aplikasi pengelola tab juga bisa menjadi cara yang baik untuk tetap terorganisasi dan mengurangi kekacauan yang ada di layar. Dengan mengelola tab dengan lebih baik, perhatian kita bisa lebih terfokus.
Selain itu, praktikkan konsep 'deep work' dengan menghindari gangguan untuk waktu tertentu. Memprioritaskan kualitas pekerjaan jauh lebih penting dibandingkan kuantitas.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: