BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 13:50 WIB

Dentuman Meteor Hebohkan Cirebon: Apa yang Terjadi?

Dentuman Meteor Hebohkan Cirebon: Apa yang Terjadi?Dentuman Meteor Hebohkan Cirebon: Apa yang Terjadi?

Pada Minggu, 5 Oktober 2025, warga Cirebon dikejutkan oleh suara dentuman keras yang menggema di langit. Suara ini diduga akibat jatuhnya meteor di Laut Jawa, memicu kepanikan di kalangan masyarakat.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Pakar dari Observatorium Bosscha, Agus Triono Puri Jatmiko, memberikan penjelasan terkait fenomena ini dan potensi risiko yang bisa ditimbulkan dari peristiwa langka ini.

Fenomena Dentuman Keras dan Sonic Boom

Dentuman yang terdengar di Cirebon memiliki karakteristik serupa dengan sonic boom. Ini terjadi ketika meteor bergerak dengan kecepatan tinggi, lebih dari kecepatan suara, menciptakan dentuman ultrasonik.

Sumber suara ledakan ini berasal dari pecahnya material meteor akibat gesekan dengan atmosfer dan suhu tinggi yang dihasilkan selama proses tersebut. Getaran dari ledakan dapat merambat hingga ke permukaan Bumi, menyebabkan kepanikan di kalangan warga.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Ukuran Meteor dan Perbandingan Dengan Kejadian Sebelumnya

Agus menjelaskan bahwa meteor yang melintasi langit Cirebon diperkirakan memiliki diameter antara 3 hingga 5 meter. Sebagai perbandingan, meteor yang melintasi Bone di Sulawesi Selatan pada 2009 berukuran 10 meter.

Meteor Chelyabinsk di Rusia pada tahun 2013 memiliki ukuran 17 meter. Agus memperkirakan, "Meteor Cirebon termasuk kecil jika dibandingkan dengan dua kejadian sebelumnya," ujarnya.

Dampak dari Jatuhnya Meteor di Cirebon

Agus menjelaskan bahwa dampak dari meteor berukuran kecil ini di lautan tergolong minimal. Ukuran meteor yang diperkirakan sebesar 3-5 meter sebelum memasuki atmosfer akan menyusut lebih kecil lagi saat menjadi meteor.

Namun, ia mencatat bahwa potensi bahaya tetap ada. "Jika meteor ini meledak dengan energi besar dan ketinggian rendah, tentu gelombang kejutnya akan bisa merusak bangunan dan mencederai manusia," katanya. Kejadian seperti ini sulit diprediksi, terutama karena tidak semua asteroid berukuran besar terdeteksi lebih dini.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dentuman Meteor Hebohkan Cirebon: Apa yang Terjadi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!