Gubernur Jawa Barat Tegaskan Gerbang Gedung Sate Bukan Cagar Budaya
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengonfirmasi bahwa gerbang Gedung Sate tidak termasuk dalam kategori cagar budaya. Pembangunan gerbang ini sudah melalui analisis dari para ahli di bidang teknik sipil.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa desain gerbang baru Gedung Sate memiliki akar budaya Kacirebonan yang berbaur dengan kebudayaan Mataram dan Majapahit. Ia juga menanggapi polemik masyarakat mengenai pembangunan ini dengan penekanan pada pentingnya produsen arsitektur yang berpengalaman.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa desain gerbang baru Gedung Sate diambil dari nilai-nilai budaya Kacirebonan. Menurutnya, jejak sejarah peradaban Sunda lebih banyak ditemukan dalam bentuk candi dan bangunan, dan gapura yang dihasilkan berakar pada tradisi Kacirebonan.
Ia juga menambahkan, "Peninggalan bangunan yang masih ada tersisa adalah budaya Kacirebonan, gapura itu berasal dari nilai-nilai budaya Kacirebonan, dan Kacirebonan mengadopsi dari kebudayaan Mataram dan Majapahit, jadi di situ yang disebut dengan candi bentar."
Menanggapi polemik yang terjadi di media sosial, Dedi Mulyadi dengan tegas mengatakan bahwa pendapat warganet tidak bisa dijadikan acuan. Ia menekankan pentingnya mengikuti pandangan dari para ahli arsitektur, bukan reaksi netizen.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
"Jangan ngikutin netizen. Kita ngikutin arsitek, gitu loh. Kalau ngikutin netizen, enggak akan selesai-selesai, nanti ada banyak versinya," tegasnya.
Dengan hal ini, Dedi memastikan bahwa pembangunan gerbang Gedung Sate sudah melalui kajian mendalam untuk memastikan kesesuaian tata ruang dengan nilai historis.
Dedi Mulyadi juga menyatakan bahwa banyak warganet yang memberikan pujian terhadap desain gerbang baru tersebut. Ia menyoroti kepentingan kehadiran arsitek yang ahli dalam penataan ruang untuk proses pembangunan yang lebih baik.
"Kita ikutin arsitek yang ahli di bidang penataan ruang, terutama untuk membangun, menata, menyempurnakan ruang-ruang gedung yang bersejarah," ujarnya.
Dengan pandangan tersebut, Dedi berharap agar masyarakat dapat memahami dan mendukung desain yang diusung demi menghormati warisan budaya yang ada.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: