Pembentukan Struktur Bebadan Baru di Keraton Surakarta: Langkah Menuju Modernisasi
Pakubuwono (PB) XIV Hamengkunegoro baru saja meresmikan struktur bebadan baru di Keraton Surakarta yang bertujuan untuk pengelolaan yang lebih modern.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Pengumuman tersebut dilakukan usai Salat Jumat di Masjid Agung Solo, menekankan pentingnya niat baik dalam setiap keputusan strategis yang diambil.
PB XIV Hamengkunegoro menegaskan bahwa setiap generasi memiliki waktunya sendiri untuk berkontribusi. Hasil yang baik akan tercapai jika didasari oleh niat yang baik.
Dalam proses pembentukan struktur baru, PB XIV berkomunikasi dengan kakaknya, KGPH Hangabehi, untuk memastikan semua anggota keluarga terlibat.
Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia
KPA Singonagoro, juru bicara Humas Keraton Surakarta, menjelaskan bahwa struktur baru ini adalah hasil proses matang yang menggabungkan elemen tradisional, akademis, dan profesional.
Penempatan tokoh adat di jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama Raja menunjukkan penghormatan terhadap kebijaksanaan leluhur. Sementara itu, kehadiran Staf Khusus Raja dari kalangan akademisi mencerminkan semangat modernisasi yang adaptif.
Struktur baru yang telah disahkan mencakup penunjukan KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro sebagai Sekretaris Pribadi Raja dan KPA Singonagoro sebagai juru bicara resmi.
Pendirian Lembaga Hukum Raja menjadi salah satu poin penting dalam upaya memperkuat legitimasi dan perlindungan hukum terhadap keraton.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: