Kebisingan Urban: Fenomena Sensitivitas Suara di Kota Besar Indonesia
Di tengah kehidupan urban yang semakin padat, kebisingan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian kita. Banyak individu yang kini merasakan sensitivitas yang meningkat terhadap suara di sekitar.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Fenomena ini tidak hanya terbatas pada satu wilayah saja, tetapi telah menjadi persoalan global yang menarik perhatian khususnya di Indonesia.
Dalam beberapa dekade terakhir, urbanisasi di Indonesia telah membawa banyak perubahan signifikan. Tingkat kebisingan di kota-kota besar melonjak drastis akibat pembangunan bangunan baru, transportasi umum, dan pusat perdagangan.
Menurut penelitian oleh Universitas Indonesia, kebisingan dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Lingkungan yang bising dapat menyebabkan stres dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.
Dari survei yang dilakukan, ditemukan bahwa 60% responden merasa lebih sensitif terhadap kebisingan dibandingkan lima tahun lalu. Hal ini menandakan peningkatan kesadaran akan dampak negatif suara yang berlebih.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Perkembangan teknologi juga berkontribusi terhadap ketidaknyamanan ini. Dengan adanya perangkat seperti smartphone, orang sering kali terpapar dengan suara-suara dari notifikasi atau panggilan yang terus menerus.
Ketidakpuasan terhadap kebisingan yang berasal dari teknologi menambah tekanan mental dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan pengaruh dari penggunaan perangkat ini.
Kecenderungan manusia untuk merasa lebih sensitif terhadap suara juga berhubungan dengan stres yang meningkat di kehidupan sehari-hari. Menurut dr. Sari, seorang psikolog, "Kebisingan dapat berkontribusi pada gangguan tidur dan meningkatkan kecemasan."
Kesehatan mental dan kondisi psikologis seseorang sangat memengaruhi persepsi mereka terhadap kebisingan. Contohnya, orang yang mengalami kecemasan lebih rentan merasa terganggu oleh suara-suara kecil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami masalah tidur akibat kebisingan memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan gangguan kesehatan jangka panjang.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: