Memahami Mata Juling: Penyebab, Diagnosa, dan Solusi Medis
Mata juling atau strabismus adalah kondisi menyebabkan kedua mata tidak sejajar, yang bisa berpengaruh pada penglihatan dan penampilan. Masalah ini umum terjadi dan bisa muncul sejak lahir atau berkembang seiring waktu.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Penyebab mata juling bervariasi, mulai dari faktor genetik hingga masalah penglihatan lainnya. Untungnya, ada beberapa metode medis yang dapat membantu mengoreksi kondisi ini.
Kondisi mata juling sering disebabkan oleh masalah pada otot mata yang tidak berfungsi dengan baik. Terdapat enam otot yang mengontrol gerakan mata, dan jika salah satu otot ini lebih lemah, mata bisa bergerak tidak sejajar.
Faktor genetik juga memainkan peran penting. Jika ada anggota keluarga yang mengalami mata juling, kemungkinan anak-anak mereka mengalami hal serupa cukup besar.
Selain itu, kondisi kesehatan seperti diabetes dan masalah saraf dapat menyebabkan mata juling. Sebagian individu bahkan tidak menyadari kondisi ini sampai mereka beranjak dewasa.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Diagnosa mata juling melibatkan pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter. Ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana ketidakselarasan mata terjadi dan jenis strabismus yang dialami.
Pengujian tersebut juga mencakup tes penglihatan untuk mendeteksi masalah lain yang mungkin berkontribusi terhadap kondisi ini. Dalam situasi tertentu, pemeriksaan lanjutan seperti pencitraan mungkin diperlukan untuk menilai otot atau saraf yang terlibat.
Salah satu metode umum untuk mengoreksi mata juling adalah terapi visual. Pasien akan menjalani latihan spesifik untuk memperbaiki koordinasi dan fokus mata.
Jika terapi visual tidak memadai, operasi menjadi pilihan berikutnya. Operasi ini bertujuan untuk mengatasi ketidakselarasan dengan menguatkan atau melemahkan otot mata yang bermasalah.
Penggunaan kacamata atau lensa kontak juga dapat menjadi solusi, khususnya bagi mereka yang menderita kondisi mata lain seperti ambliopia. Tim medis akan merekomendasikan metode terbaik sesuai dengan kondisi pasien.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: