Vaksinasi RSV: Pelindung Penting bagi Ibu Hamil dan Bayi
Vaksinasi terhadap Respiratory Syncytial Virus (RSV) menjadi hal krusial untuk melindungi ibu hamil dan bayi dari risiko infeksi serius. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Amarylis Nisa, menekankan pentingnya vaksinasi ini dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dengan vaksinasi selama kehamilan, ada peluang besar untuk mengurangi risiko komplikasi pernapasan pada ibu serta membawa bayi ke dunia dengan kondisi lebih sehat. Menurut Nisa, hal ini dapat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus janin.
Vaksin RSV memberikan perlindungan ganda bagi ibu hamil dan bayi yang dikandung. Pertama, vaksin ini berperan dalam menjaga kesehatan ibu dari risiko komplikasi pernapasan yang sering terjadi selama masa kehamilan.
Kedua, adanya vaksin ini juga dapat mengurangi kemungkinan bayi lahir prematur, yang berarti lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu. Bayi prematur memiliki kecenderungan lebih tinggi terhadap berbagai infeksi dan bisa membutuhkan penanganan intensif.
Masalahnya, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang memadai untuk menangani kasus demikian. Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi sangatlah penting.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Vaksin RSV juga memberikan manfaat dalam bentuk imunitas pasif untuk bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Antibodi yang terbentuk pada tubuh ibu akan mengalir melalui plasenta dan melindungi janin dari infeksi saat bayi mulai bernafas.
Nisa menegaskan bahwa vaksin RSV yang direkomendasikan sangatlah aman bagi ibu hamil karena tidak mengandung virus hidup dan berbasis protein sub-unit bivalen.
Waktu yang dianjurkan untuk vaksinasi adalah antara usia kehamilan 28 hingga 36 minggu, periode yang dianggap sebagai yang terbaik untuk transfer antibodi kepada bayi.
Virus RSV adalah virus yang sangat menular dan menjadi penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah, terutama di kalangan anak-anak. Menurut data, infeksi RSV yang mengharuskan perawatan di rumah sakit paling sering terjadi pada bayi usia 0–3 bulan, mencapai angka 50 persen.
Risiko ini meningkat menjadi 75 persen pada bayi berusia 0–6 bulan, sehingga vaksinasi RSV menjadi langkah pencegahan yang teramat penting. Vaksin ini sudah tersedia di Indonesia selama enam bulan belakangan.
Umumnya, efek samping vaksin bersifat ringan, termasuk nyeri di area suntikan, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, risiko tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan manfaat yang diberikan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: