BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 14:00 WIB

Mikroplastik Terinformasi di Udara Indonesia: Sebuah Ancaman Kesehatan

Mikroplastik Terinformasi di Udara Indonesia: Sebuah Ancaman KesehatanMikroplastik Terinformasi di Udara Indonesia: Sebuah Ancaman Kesehatan

Laporan terbaru dari Ecoton menunjukkan deteksi mikroplastik di udara 18 kota di Indonesia, dengan Jakarta Pusat mencatat konsentrasi tertinggi yang mengejutkan.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Analisis yang dilakukan antara Mei hingga Juli 2025 mengungkapkan ukuran mikroplastik bervariasi, berkisar antara 0,02 hingga 1,72 milimeter.

Temuan dan Analisis Mikroplastik di Udara

Mikroplastik ditemukan di berbagai lokasi, termasuk di Kupang, Jakarta Pusat, dan Surabaya. Data menunjukkan bahwa sumber utama partikel mikroplastik berasal dari fragmen kemasan sekali pakai, pakaian sintetis, serta botol plastik.

Jakarta Pusat mencatat konsentrasi tertinggi mikroplastik, mencapai 37 partikel dalam dua jam pengukuran. Ini hasil dari pengukuran pasif di beberapa titik, termasuk Pasar Tanah Abang yang terkenal dengan padatnya aktivitas perdagangan.

Ecoton mencatat bahwa kondisi di Pasar Tanah Abang mendukung pelepasan mikroplastik ke udara. Aktivitas sehari-hari, penggunaan plastik sekali pakai, serta interaksi banyak orang berkontribusi pada pencemaran udara di area tersebut.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Perbandingan dengan Lokasi Lain

Dibandingkan dengan Jakarta, Malang mencatat jumlah mikroplastik terendah, hanya dua partikel dalam dua jam. Pengukuran di Malang dilakukan di area dengan lalu lintas rendah dan tanpa aktivitas pembakaran sampah.

Kota-kota besar seperti Jakarta menunjukkan akumulasi mikroplastik yang signifikan di udara. Ecoton menjelaskan, 'Jika diasumsikan seseorang menghirup sekitar 500 liter udara per jam, maka di Jakarta, udara ini juga terkontaminasi mikroplastik.'

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kualitas udara di kota metropolitan yang padat seperti Jakarta.

Dampak Kesehatan dan Tindakan yang Diperlukan

Mikroplastik berukuran halus berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius. Partikel ini dapat menembus sistem pernapasan dan memicu respon peradangan berkepanjangan, yang berisiko merusak jaringan.

'Partikel berukuran sangat kecil, termasuk nanoplastik dapat menembus penghalang alveolar–kapiler, masuk ke aliran darah, dan terbawa ke berbagai organ tubuh,' ungkap Ecoton.

Ecoton juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengambil langkah strategis, seperti melarang pembakaran sampah di ruang terbuka. Sebelumnya, penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menemukan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mikroplastik Terinformasi di Udara Indonesia: Sebuah Ancaman Kesehatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!