BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 18:11 WIB

Kritik Tajam terhadap Penghapusan Ahli Gizi dalam SPPG

Kritik Tajam terhadap Penghapusan Ahli Gizi dalam SPPGKritik Tajam terhadap Penghapusan Ahli Gizi dalam SPPG

Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal mengenai penghapusan ahli gizi dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengguncang dunia kesehatan di Indonesia.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Keputusan ini mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen, yang memperingatkan potensi dampak serius terhadap keselamatan masyarakat.

Kekhawatiran atas Penghapusan Ahli Gizi

Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal menyatakan bahwa profesi ahli gizi tidak akan lagi terlibat dalam SPPG dan akan digantikan dengan tenaga penanganan gizi yang dilatih selama tiga bulan. Pernyataan ini, yang disampaikan dalam konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung, mengecilkan signifikansi keahlian dalam menangani masalah gizi.

Tan Shot Yen, seorang dokter sekaligus ahli gizi, mengemukakan kritik yang tajam terhadap keputusan ini. Ia berpendapat bahwa tidak adanya ahli gizi dalam SPPG dapat berakibat fatal bagi kesehatan publik dan menurunkan kualitas program.

Kekhawatiran Tan Shot Yen bermula dari pandangannya bahwa kehadiran ahli gizi esensial dalam penanganan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut seperti 'menganggap remeh' pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Reaksi dari Tan Shot Yen dan Poin-Poin Kritikan

Tan Shot Yen mengungkapkan sejumlah kritik terhadap kebijakan penghapusan ahli gizi, menyebutnya sebagai pengabaian hukum profesi yang memiliki risiko besar terhadap kesehatan publik. 'SPPG tanpa ahli gizi bagaikan pesawat tanpa pilot,' ungkapnya, menyoroti kurangnya profesionalisme yang bisa berujung pada masalah serius.

Ia juga menjelaskan bahwa penghapusan ini berpeluang membuat SPPG gagal dan dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, tanpa ahli gizi, program-program kesehatan akan kehilangan arah dan tujuan.

Lebih lanjut, Tan Shot Yen mengingatkan bahwa program unggulan presiden bisa bertransformasi menjadi proyek tanpa nilai, hanya bertujuan bagi-bagi anggaran. Hal ini menjadi sinyal bahaya adanya penyimpangan dari misi utama program.

Pentingnya Peran Ahli Gizi dalam Penanganan Gizi

Dalam pandangan Tan Shot Yen, ahli gizi adalah komponen penting dalam pengelolaan pangan dan kesehatan masyarakat. Dia berargumen bahwa tanpa kehadiran mereka, akan terjadi kekacauan dalam pengawasan gizi yang berisiko pada kesehatan masyarakat.

Sindiran tajam disampaikannya, 'Matinya kepakaran. Ahli gizi disamakan seperti tukang masak dan tenaga bebersih,' menggambarkan bahwa pengabaian terhadap keahlian penting ini bisa membuat masyarakat rentan, terutama anak-anak, terhadap masalah kesehatan di masa depan.

Pesan ini mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan krusialnya peran ahli gizi dan meminta perhatian lebih dari pemerintah dalam mengelola kesehatan masyarakat.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kritik Tajam terhadap Penghapusan Ahli Gizi dalam SPPG

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!