BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 15:23 WIB

Kisah Tragis Perundungan di Tangerang Selatan: Seorang Siswa Meninggal Dunia

Kisah Tragis Perundungan di Tangerang Selatan: Seorang Siswa Meninggal DuniaKisah Tragis Perundungan di Tangerang Selatan: Seorang Siswa Meninggal Dunia

Seorang siswa berusia 13 tahun bernama MH asal Tangerang Selatan meninggal dunia setelah sepekan dirawat akibat perundungan yang dialaminya. Keluarga korban kini menuntut keadilan dalam kasus yang sangat memilukan ini.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Informasi mengenai kejadian ini telah dikonfirmasi oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho, menjelaskan bahwa MH telah dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta Selatan.

Detil Peristiwa Bullying

MH, yang merupakan siswa kelas tujuh di SMPN 19 Ciater Serpong, diduga mengalami perundungan sejak Oktober 2025. Penganiayaan ini terjadi di ruang sekolah saat jam istirahat, di mana ia dipukul dengan bangku besi di bagian kepala.

Setelah insiden tersebut, MH mulai merasakan keluhan kesehatan yang serius. Pada Selasa, 21 Oktober, ia mengeluhkan sakit, dan ketika ditanya oleh keluarganya, mengaku sering mengalami tindakan bullying, termasuk dipukul dan ditendang oleh teman-temannya.

Kakak korban, Rizki, menjelaskan bahwa MH awalnya dirawat di rumah sakit swasta di Tangerang Selatan. Namun, seiring dengan memburuknya kondisi, MH akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Reaksi Keluarga dan Masyarakat

Keluarga MH meminta doa dari masyarakat agar almarhum mendapatkan husnul khotimah. Alvian Adji Nugroho, kuasa hukum keluarga, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam.

"Minta doanya untuk almarhum," ungkap Alvian saat menghubungi media. Keluarga berharap agar proses hukum yang berkaitan dengan kasus ini segera ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan, Deden Deni, menyampaikan bahwa pihaknya sudah memediasi antara orang tua korban dan terduga pelaku perundungan. "Sudah kami mediasi, masing-masing orang tua sudah bertemu dengan pihak sekolah juga," pungkasnya.

Tindakan Pihak Berwenang

Menanggapi insiden tragis ini, pemerintah setempat mengingatkan akan pentingnya menangani kasus bullying di sekolah secara serius. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia telah memberikan ultimatum kepada sekolah untuk bertindak lebih tegas terkait permasalahan perundungan.

Dalam konteks ini, Deden Deni menegaskan bahwa semua pihak harus berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa. Penanganan perundungan menjadi prioritas agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.

Kejadian memilukan ini telah menggugah kesadaran masyarakat tentang bahaya bullying dan memicu diskusi mengenai tindakan preventif yang perlu diterapkan di lingkungan sekolah.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kisah Tragis Perundungan di Tangerang Selatan: Seorang Siswa Meninggal Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!