Penemuan Berlian Raksasa 'Seriti' di Botswana: Momen Bersejarah untuk Industri Berlian Global
Sebuah berlian raksasa seberat 1.094 karat ditemukan di Tambang Karowe, Botswana, dan dinamakan 'Seriti', yang berarti kehormatan dalam bahasa Setswana.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dengan estimasi nilai sekitar 12 juta dolar AS (sekitar Rp 197 miliar), penemuan ini semakin mengukuhkan posisi Lucara Diamond Corp. di peta industri berlian dunia.
Tambang Karowe di Botswana dikenal bukan hanya sekadar tambang biasa, melainkan terletak di daerah dengan formasi batuan vulkanik kimberlite yang kerap menghasilkan berlian berukuran besar.
Salah satu bagian tambang, EM/PK(S), mampu menunjukkan kemampuannya dengan temuan berlian 2.036 karat pada Juli 2025, menempatkannya sebagai salah satu penemuan terbesar dalam sejarah berlian.
William Lamb, Presiden dan CEO Lucara Diamond Corp., menegaskan, 'Tambang Karowe terus membuktikan status kelas dunianya dengan ditemukannya berlian kedua yang melebihi 2.000 karat.'
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Lucara Diamond Corp. menjual berlian mentah melalui kerja sama dengan HB Antwerp, sebuah perusahaan asal Belgia yang fokus pada pengolahan berlian.
Model bisnis perusahaan ini cerdas, menilai harga berlian mentah berdasarkan nilai yang diestimasi setelah dipoles, sehingga mereka dapat meraih nilai maksimum dari setiap batu yang dihasilkan.
Keberhasilan Tambang Karowe bukan hanya bergantung pada keberuntungan geologis, tetapi juga pada penerapan teknologi canggih dalam proses penambangan.
Industri berlian saat ini menghadapi tantangan, terutama dengan meningkatnya produksi berlian buatan laboratorium yang menyebabkan penurunan harga di pasar.
Namun, berlian alami berukuran besar seperti 'Seriti' tetap menjadi incaran para kolektor dan rumah mode mewah, memperkuat posisinya di segmen pasar kelas atas.
Botswana, sebagai salah satu pusat kekuatan berlian global, terus meraih manfaat dari setiap penemuan baru, baik dari segi ekonomi maupun kontribusi ilmiah terkait kondisi di dalam mantel bumi.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: