Diabetes pada Anak: Gejala, Dampak, dan Pentingnya Kesadaran Orang Tua
Diabetes pada anak bukan hanya soal buang air kecil yang sering, namun juga terlihat dari warna kulit yang menggelap di area leher atau tengkuk.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Kondisi ini bisa menjadi indikator adanya resistensi insulin, yang berpotensi memicu diabetes jika tidak diperhatikan secara serius.
Frekuensi buang air kecil yang meningkat merupakan tanda awal diabetes pada anak, menunjukkan bahwa kadar gula darahnya sedang tinggi. Dr. Dicky Tahapary, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menyatakan, "Jadi kalau anak-anak apa, biasanya udah gede waktunya kok masih sering ngompol misalkan atau malam kok ngompol terus, itu salah satu gejalanya."
Perubahan fisik pada anak, terutama di leher atau tengkuk, perlu dicermati. Warna kulit yang menggelap di area tersebut bisa menandakan adanya resistensi insulin, kondisi yang sering kali mendahului diabetes.
Menurut Dr. Tahapary, kondisi ini biasanya mulai terlihat saat remaja, tetapi bisa terdeteksi lebih awal melalui perubahan pada kulit leher atau tengkuk. "Kalau resistensi insulin itu biasanya waktu remaja nanti mulai kelihatan. Kalau anak-anak biasanya suka agak kelihatan di leher atau tengkuk sudah agak kehitaman di bagian belakang," jelasnya.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Selain perubahan warna kulit, penurunan berat badan yang tiba-tiba perlu diwaspadai. Ini menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh orang tua dalam memastikan pertumbuhan anak berjalan normal.
Dr. Tahapary menjelaskan bahwa diabetes pada anak tidak melulu terjadi karena faktor genetik atau diabetes tipe 1, tetapi juga karena lonjakan angka obesitas yang menjulang. "Kalau zaman dulu sebagian besar karena atau genetik atau diabetes tipe 1. Cuma sekarang dengan makin banyaknya obesitas pada anak-anak itu diabetes tipe 2 juga naik," tuturnya.
Orang tua disarankan untuk secara rutin memantau perkembangan anak dengan mencatat data di kurva pertumbuhan, untuk memastikan berat badan anak sesuai dengan usia. "Bisa dicatatkan kalau punya anak berarti harus rajin dimasukkan ke kurva pertumbuhan, berat badannya seusai usia atau tidak," sebutnya.
Kesadaran orang tua akan tanda-tanda diabetes sangat penting sebagai langkah awal dalam pencegahan. Dengan memantau dan memahami gejala yang ada, mereka dapat dengan cepat mendeteksi dan menangani potensi masalah kesehatan.
Diabetes tipe 2 menjadi masalah serius di kalangan anak-anak saat ini. Melihat meningkatnya prevalensi obesitas, orang tua harus lebih aktif dalam mengedukasi diri mengenai pola hidup sehat untuk mencegah risiko diabetes pada anak.
Pencegahan diabetes melibatkan penerapan kebiasaan makan yang baik dan kegiatan fisik yang teratur, yang menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat yang harus dimulai sedini mungkin.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: