BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 13:47 WIB

Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di Surakarta

Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di SurakartaHajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di Surakarta

Prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV berlangsung meriah di Keraton Kasunanan Surakarta pada Sabtu (15/11/2025). Perayaan ini diwarnai kirab budaya yang melibatkan masyarakat dengan pengamanan ketat dari instansi terkait.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Kirab budaya berlangsung di jalan-jalan utama Kota Surakarta dan mendapat perhatian khusus dari pihak keamanan. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran acara meski terdapat ketegangan internal di dalam keraton.

Prosesi Jumenengan dan Rute Kirab

Kirab budaya ini dimulai dari pintu utama Keraton Solo, Kamandungan, menuju Sitinggil Alun-alun Utara. Di sepanjang jalur tersebut, berbagai kereta kencana juga terlihat telah dipersiapkan oleh abdi dalem sejak pagi hari.

Setelah melewati Alun-alun Utara, iring-iringan kirab bergerak ke arah Jalan Pakubuwono dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan. Rombongan di dalam kirab kemudian kembali ke kawasan keraton usai melintasi berbagai jalur di Solo.

Keberadaan petugas keamanan dari TNI dan Polri diharapkan dapat menjaga situasi tetap aman dan terkendali selama jalannya acara. Partisipasi masyarakat dalam perayaan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat jalinan antara keraton dan warga lokal.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Pengamanan Ketat dalam Acara Jumenengan

Kapolresta Solo, Kombes Catur Cahyono Wibowo, mengungkapkan bahwa ratusan personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan. "Kami bantu disesuaikan dengan surat permintaan untuk perbantuan pengamanan," jelasnya.

Catur menegaskan bahwa meski terdapat konflik internal mengenai dualisme klaim raja, pengamanan akan tetap sesuai prosedur seperti pada acara lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Proses pengamanan ini dianggap krusial demi menjamin kelancaran acara.

Ia juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk menghindari rute yang dilalui kirab, guna mencegah kemacetan. "Sosialisasi tentang jalan-jalan yang digunakan untuk kirab akan dilakukan oleh Dishub," tambahnya.

Konflik Intern dan Relevansi Acara

Acara ini diadakan di tengah kondisi konflik internal, di mana Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi sama-sama mengklaim tahta sebagai raja Surakarta yang baru. Ambisi untuk menjadi Pakubuwono XIV menjadi latar belakang ketegangan di sekitar perayaan ini.

Walaupun ada dinamika di dalam keraton, masyarakat sangat antusias menyaksikan momen bersejarah ini. Acara jumenengan diharapkan dapat merangsang rasa saling menghargai dan menjalin hubungan yang baik antar masyarakat.

Melalui prosesi ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan warisan budaya dan tradisi yang sudah ada sejak lama. Ini sekaligus menjadi agenda penting dalam rangkaian sejarah Keraton Surakarta.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV di Surakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!