Bencana Tanah Longsor di Cilacap: Tiga Meninggal dan Dua Puluh Satu Masih Dalam Pencarian
Bencana tanah longsor yang melanda Desa Cibeunying, Cilacap, Jawa Tengah, telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan dua puluh satu orang masih dinyatakan hilang.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengkonfirmasi bahwa total korban yang terlibat mencapai empat puluh tujuh orang dengan dua puluh tiga di antaranya berhasil selamat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan, "Korban ada 47, 47 itu rinciannya ada 3 yang sudah ditemukan meninggal dunia, 23 orang selamat, dan ada 21 orang yang sedang dicari." Saat ini, tim SAR gabungan tengah bekerja keras untuk mencari korban yang masih hilang.
Mereka menggunakan berbagai alat berat, termasuk pompa, untuk memperlancar proses pencarian. Selain itu, BNPB juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana terpenuhi.
"Fokus kami mencari 21 orang hilang. Kami kerahkan alat berat, pompa, kemudian masyarakat di sekitar situ kami juga pastikan segala kebutuhan dasar terpenuhi dan mudah-mudahan bisa ditemukan," ujar Suharyanto.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Longsor yang terjadi di Desa Cibeunying berlangsung dengan cepat pada malam hari, tepatnya pada Kamis, 13 November 2025. Saksi mata bernama Edi menuturkan bahwa sebelum tanah longsor, ia mendengar suara gemuruh.
"Kejadiannya itu cepat banget. Saya lagi ngopi di tempat tetangga, sekitar jam 19.30 WIB semalam tahu-tahu bunyi gemuruh keras banget. Kayak suara truk nurunin material," ungkap Edi.
Edi juga menambahkan bahwa setelah suara gemuruh itu, tempat sekitarnya menjadi gelap dan angin kencang dari arah longsoran menambah kecemasan warga.
Tim BNPB menyatakan penting untuk terus memantau kondisi di lokasi bencana. Tim SAR akan bekerja secara intensif untuk menemukan korban yang hilang dan melakukan upaya pencegahan bagi warga setempat.
Dalam upaya tanggap bencana, BNPB memberikan perhatian kepada keselamatan warga yang tinggal di area sekitar, mengingat risiko bencana susulan yang masih ada. Edukasi dan tuntunan evakuasi darurat juga tengah diupayakan untuk mengurangi risiko di masa mendatang.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: