Pasar Kripto Tertekan, Bitcoin Turun di Tengah Aksi Ambil Untung Investor
Pasar kripto mengalami tekanan di pertengahan pekan dengan harga Bitcoin (BTC) jatuh ke sekitar US$103.000 setelah mencatatkan angka di atas US$106.000. Penurunan ini menjadi sorotan setelah terlihat adanya penurunan signifikan dalam volume perdagangan harian.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Data dari CoinGecko mencatatkan bahwa Bitcoin melemah sekitar 2% dalam 24 jam terakhir, menunjukkan fluktuasi yang mempengaruhi banyak altcoin utama di pasar.
Pada Rabu siang, Bitcoin tercatat mencapai level terendah harian di US$102.400 sebelum berusaha rebound menuju US$103.500. Penurunan harga ini dimulai pada Selasa malam setelah Bitcoin jatuh di bawah level psikologis penting, yaitu US$103.000.
Sebelumnya, Bitcoin sempat mencapai puncaknya di US$106.600 pada hari Senin. Selain Bitcoin, beberapa altcoin terkemuka seperti Ethereum (ETH) juga turut terkena dampak dengan penurunan hampir 4% ke level US$3.440.
XRP, BNB, dan Solana juga mengalami penurunan antara 3% hingga 5%, menunjukkan dampak luas dari aksi ambil untung yang terjadi di kalangan investor.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Vincent Liu, Chief Investment Officer di Kronos Research, mengungkapkan bahwa penurunan harga Bitcoin disebabkan oleh aksi ambil untung yang besar-besaran serta likuidasi posisi long. "Penurunan Bitcoin dipicu oleh profit-taking dan likuidasi posisi leverage setelah gagal menembus area resistensi penting," jelasnya.
Liu menambahkan bahwa kenaikan harga Bitcoin sebelumnya lebih banyak didorong oleh sentimen positif terkait pengesahan RUU pembukaan kembali pemerintahan federal di AS. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal juga berperan dalam pergerakan harga kripto.
Saat ini, pasar berfokus pada kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang rencananya akan dilakukan pada bulan Desember mendatang. Awalnya, hal ini ditafsirkan sebagai berita baik bagi aset berisiko seperti kripto.
Namun, optimisme itu mulai surut setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan pernyataan bahwa keputusan mengenai pemangkasan suku bunga belum final. Hal ini menciptakan ketidakpastian di pasar yang berpotensi mempengaruhi harga aset.
Min Jung, analis dari Presto Research, mencatat bahwa meski ada potensi pemangkasan suku bunga, dampaknya terhadap harga kripto kemungkinan akan terbatas. Meskipun begitu, hal ini dapat meningkatkan selera risiko di pasar.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: