Abdurrahman Wahid dan Marsinah Dihormati di Kementerian HAM
Nama K.H. Abdurrahman Wahid dan aktivis buruh Marsinah kini diabadikan dalam bentuk gedung dan ruang pelayanan di Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) di Jakarta.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri HAM Natalius Pigai resmi menetapkan nama-nama tersebut, bertepatan dengan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025.
Menteri HAM Natalius Pigai menetapkan nama 'Gedung K.H. Abdurrahman Wahid' untuk gedung Kementerian HAM. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Gus Dur dalam memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Natalius Pigai mengingat keputusan Gus Dur untuk mencabut kebijakan diskriminatif, serta pendekatan dialogisnya terhadap Papua. 'Setiap manusia berhak diperlakukan secara bermartabat,' ungkap Pigai, berharap gedung berlantai sembilan ini bisa menjadi pusat peradaban HAM yang mencerminkan semangat Gus Dur.
Marsinah, aktivis yang dikenal berjuang untuk hak-hak dasar buruh, juga diabadikan dengan nama ruang pelayanan HAM di Kementerian. Ruang Marsinah, yang berlokasi di lantai 1, akan berfungsi sebagai pusat pelayanan publik untuk urusan hak asasi manusia.
Menteri Pigai menekankan bahwa penamaan Ruang Marsinah adalah pengakuan atas keberanian dalam memperjuangkan kehormatan manusia. Dia berharap semangat Marsinah dapat menjadi contoh bagi Kementerian HAM dalam menjalankan tugasnya melindungi warga negara yang lemah.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: