BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 20:50 WIB

Marsinah: Pahlawan Nasional yang Mengubah Nasib Buruh Indonesia

Marsinah: Pahlawan Nasional yang Mengubah Nasib Buruh IndonesiaMarsinah: Pahlawan Nasional yang Mengubah Nasib Buruh Indonesia

Marsinah, seorang aktivis buruh asal Nganjuk, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas jasanya dalam memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Meskipun telah tiada karena kekerasan yang dialaminya, Marsinah dikenang sebagai simbol keberanian dalam membela kesejahteraan rekan-rekannya.

Profil dan Awal Kehidupan Marsinah

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia kehilangan ibunya saat berusia tiga tahun.

Ia menempuh pendidikan di SDN Nglundo 2, SMPN 5 Nganjuk, dan SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, dikenal sebagai siswa mandiri dan cerdas.

Setelah tamat SMA, Marsinah tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan biaya. Hal ini memaksanya mencari pekerjaan di berbagai tempat.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Perjuangan Marsinah Sebagai Aktivis Buruh

Marsinah bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS), tempat ia menunjukkan ketertarikan tinggi pada aturan ketenagakerjaan. Ia sering diminta saran oleh rekan-rekannya.

Sebagai aktivis buruh, Marsinah memelopori perjuangan hak-hak pekerja, siap menghadapi pimpinan perusahaan saat melihat ketidakadilan. Keberaniannya menginspirasi banyak rekan sekerja.

Pada 2 Mei 1993, ia terlibat perencanaan aksi pemogokan massal yang direncanakan pada 3 dan 4 Mei demi hak-hak pekerjanya.

Kematian dan Warisan Marsinah

Aksi demonstrasi yang dipimpin Marsinah berlangsung pada 3 dan 4 Mei 1993 untuk menuntut keadilan bagi pekerja yang di-PHK secara sepihak. Namun, setelah menyerahkan surat protes, ia menghilang.

Jasad Marsinah ditemukan pada 9 Mei 1993 dalam kondisi mengenaskan. Hasil otopsi menunjukkan ia wafat pada 8 Mei 1993, mengejutkan kalangan aktivis, mahasiswa, dan LSM.

Kasus kematiannya menjadi perhatian publik, tetapi Mahkamah Agung membebaskan pihak yang dituduh terlibat pada 1995. Meski demikian, semangat perjuangan Marsinah tetap hidup dalam ingatan masyarakat, menjadi simbol hak-hak buruh.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Marsinah: Pahlawan Nasional yang Mengubah Nasib Buruh Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!