BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 16:05 WIB

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur di Hari Pahlawan 2025

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur di Hari Pahlawan 2025Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur di Hari Pahlawan 2025

Dalam acara Hari Pahlawan 2025, pemerintah Indonesia resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dan Abdurrahman Wahid, juga dikenal sebagai Gus Dur, oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Keputusan ini dinyatakan dalam Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang dikeluarkan pada 6 November 2025, menambah daftar presiden yang menerima gelar serupa.

Penghargaan untuk Soekarno

Soekarno, sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 7 November 2012. Penetapan tersebut dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 83/TK/TAHUN 2012.

Dalam sambutannya, Yudhoyono menyebut bahwa "Keduanya adalah putra-putra terbaik bangsa yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk mewujudkan Indonesia merdeka," merujuk pada Soekarno dan wakilnya, Mohammad Hatta.

Soekarno berhasil membangun ideologi dan sistem pemerintahan yang menjadikannya simbol perjuangan rakyat Indonesia.

Yudhoyono menambahkan, sosok Soekarno adalah "sumber inspirasi perjuangan seluruh bangsa Indonesia," mencerminkan pengakuan akan kontribusinya yang luas.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis

Penganugerahan untuk Soeharto

Gelar pahlawan nasional diberikan kepada Soeharto pada Hari Pahlawan 2025, dalam acara di mana ahli warisnya juga hadir. Presiden Prabowo Subianto memimpin seremonial ini, menyerahkan gelar tersebut kepada Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardijanti Rukmana.

Pemberian penghargaan ini didasarkan pada penilaian sejarah dan kontribusi Soeharto dalam pengalaman militer saat perjuangan kemerdekaan. Bambang Trihatmodjo menyatakan, "Kami sekeluarga merasa bersyukur" atas penghargaan ini, menyalurkan rasa terima kasih mereka kepada negara.

Putri Soeharto, Tutut, menambahkan bahwa, "Beliau juga menentukan itu melihat aspirasi dari masyarakat," menunjukkan dukungan publik yang ada di balik keputusan pemerintah ini.

Gus Dur, Pahlawan Kemanusiaan dan Demokrasi

Abdurrahman Wahid, yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, juga menerima gelar pahlawan nasional berkat dedikasinya dalam bidang politik dan pendidikan Islam. Penghargaan ini diberikan kepada Sinta Nuriyah, istri Gus Dur, melalui Keputusan Presiden yang sama.

"Menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi," demikian kutipan dari Keppres.

Gus Dur dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan demokrasi dan pluralisme, yang menjadikannya representatif dalam sejarah perjuangan kemanusiaan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur di Hari Pahlawan 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!