BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 23:03 WIB

Kampung Bahari: Kawasan Narkoba yang Tak Kunjung Reda di Jakarta Utara

Kampung Bahari: Kawasan Narkoba yang Tak Kunjung Reda di Jakarta UtaraKampung Bahari: Kawasan Narkoba yang Tak Kunjung Reda di Jakarta Utara

Kampung Bahari di Jakarta Utara telah menjadi sorotan karena tingkat pengungkapan kasus narkoba yang tinggi dalam satu dekade terakhir.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Meski banyak pelaku yang ditangkap oleh BNN dan Polda Metro Jaya, ekosistem narkoba di kawasan ini tetap terjaga.

Pola Penindakan yang Berulang

Setiap tahun, lebih dari satu operasi besar dilakukan oleh gabungan BNN, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Utara. Dalam setiap operasi, barang bukti seperti sabu dan ekstasi sering kali disita bersama senjata tajam.

Setelah penggerebekan, transaksi narkoba cepat kembali berlangsung di gang-gang sempit yang sulit untuk diawasi. Kepadatan permukiman menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum.

Aparat sering kali menghadapi perlawanan dari warga yang terlibat dalam jaringan pengamanan lokal. Situasi sosial Kampung Bahari menjadi tantangan bagi penegakan hukum di kawasan tersebut.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Jejak Kasus Besar dan Jaringan Bandar

Kampung Bahari telah menjadi simpul jaringan narkotika nasional, dengan salah satu dramanya adalah penangkapan bandar besar Alex Bonpis pada Januari 2023. Bonpis sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang dan ditangkap di Subang.

Ia terhubung dengan jaringan yang membeli sabu dari Irjen Teddy Minahasa. Penangkapan ini menunjukkan bahwa Kampung Bahari bukan sekadar lokasi transaksi, melainkan juga pusat distribusi narkoba berskala nasional.

Dari penangkapan ini, terungkap bahwa jaringan narkoba di wilayah ini telah beroperasi lebih luas dari yang diperkirakan.

Begal dan Bandar Mesra di Kampung Bahari

Pada tahun 2016, penggerebekan mengungkap adanya hubungan barter antara sindikat begal motor dan bandar narkoba. Motor curian dibarter dengan sabu yang dipasarkan kembali.

"Jadi, motor-motor yang dibegal selama ini dibarter dengan sabu milik bandar. Praktik ini sudah berjalan cukup lama," kata Kapolres Jakarta Utara saat itu, Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Transaksi dilakukan dengan sangat cepat, hanya melalui jendela rumah tanpa kontak fisik. Penemuan sabu dan senjata tajam saat penggerebekan memperkuat asumsi bahwa ada keterkaitan erat antara pembegalan dan peredaran narkoba.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kampung Bahari: Kawasan Narkoba yang Tak Kunjung Reda di Jakarta Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!