Penangkapan Gubernur Riau: Kisah SF Hariyanto di Balik Kafe dan KPK
Pelaksana tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menceritakan momen yang terjadi sebelum penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid oleh KPK pada 3 November 2025. Hariyanto tidak mengetahui kedatangan tim KPK yang menuju lokasi mereka berada.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Saat itu, Hariyanto dan beberapa pejabat lainnya sedang berkumpul di sebuah kafe dekat rumah dinas, tanpa menyadari adanya operasi tangkap tangan yang sedang berlangsung.
SF Hariyanto, ketika menjabat Wakil Gubernur Riau, menjelaskan bahwa ia bersama beberapa pejabat mengobrol di kafe yang terletak di belakang rumah dinas Gubernur Abdul Wahid. Dalam pertemuan tersebut, mereka menikmati secangkir kopi dan bercengkerama tanpa merasa ada situasi yang mencurigakan.
Dalam dialog di Kantor Gubernur Riau, ia mengatakan, 'Waktu itu kami lagi ngopi di kafe belakang rumah dinas. Ada Pak Gubernur, Bupati Siak Bu Afni, satu lagi ada teman, kami berempat.'
Kekhusukan mereka seketika terganggu setelah diketahui bahwa tim KPK sedang melakukan operasi di sekitar lokasi.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
SF Hariyanto menggambarkan saat keramaian mulai terjadi di sekitar kafe, namun ia tidak menyadari bahwa KPK sedang dalam proses melakukan penangkapan. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa situasi di sekitarnya mendekat pada sebuah operasi tangkap tangan.
Ia menegaskan, 'Tahu-tahunya datang (KPK) ke situ. Kalau saya tahu (KPK) di situ ngapain saya datang ke sana. Logika kan?' Dengan nada kaget, ia menyadari bahwa keadaan ternyata lebih serius dari duganannya.
Ia tidak menyangka bahwa pertemuan santai itu bisa berujung pada situasi yang tidak menyenangkan.
Ketika melihat situasi semakin ramai, Hariyanto membuat keputusan untuk meninggalkan kafe. Ia merasa tidak ada gunanya tetap berada di tempat yang penuh with kerumunan dan kekacauan.
'Ya saya pulang lah. Ngapain pula saya tunggu di situ. Sudah ramai, barang (KPK) itu datang ke situ kan, kabur lah saya. Nanti saya pula yang diangkut. Tapi, betul saya tidak tahu itu (penangkapan),' ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa tidak ada laporan atau komunikasi ke KPK sebelum kejadian tersebut, menandakan bahwa ia benar-benar tidak tahu mengenai titik peristiwa yang berlangsung.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: