BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 18:55 WIB

Trump Klaim AS Punya Senjata Nuklir 150 Kali Lipat Menghancurkan Dunia

Trump Klaim AS Punya Senjata Nuklir 150 Kali Lipat Menghancurkan DuniaTrump Klaim AS Punya Senjata Nuklir 150 Kali Lipat Menghancurkan Dunia

Presiden Donald Trump baru-baru ini mengklaim bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan senjata nuklir yang mampu menghancurkan dunia sebanyak 150 kali lipat. Pernyataan ini diungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan CBS.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Dalam wawancaranya, Trump menegaskan bahwa AS memiliki lebih banyak senjata nuklir dibandingkan negara lain dan telah menginstruksikan untuk kembali melakukan uji coba nuklir di tengah ketegangan global.

Klaim Senjata Nuklir AS

Dalam wawancaranya, Trump secara tegas menyatakan, "Kita punya cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia 150 kali." Klaim ini menyoroti betapa besarnya kekuatan nuklir yang dimiliki oleh AS, terutama bila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Rusia dan China.

Trump menjelaskan lebih lanjut, "Rusia punya banyak senjata nuklir, China juga akan punya lebih banyak lagi. Mereka punya beberapa, tapi (lebih banyak AS)." Hal ini menunjukkan keyakinan Trump akan dominasi militer yang ada di tangan AS di tengah ketegangan yang meningkat secara global.

Pernyataan ini muncul di saat ketegangan global mulai meningkat, terutama setelah Rusia mengumumkan peluncuran sistem senjata canggih mereka, meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi lebih lanjut.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Instruksi Uji Coba Nuklir

Trump menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai melakukan uji coba senjata nuklir AS. Dia mengungkapkan, "Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji senjata nuklir kami secara setara."

Langkah ini diambil setelah Rusia meluncurkan sistem torpedo nuklir yang dikenal sebagai Poseidon, yang diakui memiliki potensi dampak yang sangat besar, termasuk kemungkinan menciptakan gelombang tsunami.

Trump menyadari bahwa uji coba nuklir ini merupakan langkah yang mungkin sudah tertinggal, mengatakan, "Kita satu-satunya negara yang tidak melakukannya, dan saya tidak ingin jadi satu-satunya negara yang tidak menguji coba (senjata nuklir)." Ini menunjukkan tekanan yang dirasakan oleh AS secara global.

Sejarah Uji Coba Nuklir AS

Jika rencana uji coba ini terwujud, maka ini akan menjadi yang pertama kali dilakukan sejak tahun 1992, saat AS melakukan uji coba dengan nama sandi 'Divider'. Sejak saat itu, moratorium uji coba nuklir diterapkan di AS, menjadikannya satu-satunya negara yang memiliki kebijakan semacam ini.

Trump mengecam tuduhan yang menyatakan bahwa Pyongyang adalah satu-satunya negara yang melakukan uji coba nuklir, dengan menjelaskan bahwa "Rusia dan China sedang menguji coba (senjata nuklir), tapi mereka tidak membicarakannya."

Dengan pernyataan tersebut, Trump ingin menunjukkan bahwa informasi mengenai uji coba negara lain sering kali tidak jelas, menjadi tantangan tersendiri bagi AS yang merupakan "masyarakat terbuka".

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Trump Klaim AS Punya Senjata Nuklir 150 Kali Lipat Menghancurkan Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!