Pemusnahan Narkoba: Prabowo Serukan Persatuan di Tengah Ketegangan Politik
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyampaikan pidato dalam rangka pemusnahan 214,48 ton narkoba di Mabes Polri.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kesempatan ini, ia menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan politik serta menanggapi tuduhan mengenai kepemimpinan yang otoriter.
Dalam rangka pemusnahan barang bukti narkoba, Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ia mengedepankan tiga poin penting, yaitu pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan perjudian online.
Prabowo menegaskan, 'Saya minta Kapolri, tiga hal ada yang memimpin untuk saya, satu pemberantasan narkoba, dua penyelundupan, tiga judi online.'
Ia menambahkan, narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa, dengan total barang bukti senilai Rp29,37 triliun yang berhasil disita.
Selain isu narkoba, Prabowo juga menyerukan pentingnya persatuan di antara masyarakat Indonesia usai kontestasi politik.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Ia mengingatkan, 'Rakyat butuh pekerjaan, rakyat butuh penghasilan yang lebih baik.'
Prabowo berharap semua pihak tidak memperpanjang konflik politik yang justru menghambat kemajuan.
Energi bangsa, menurutnya, harus diarahkan untuk membangun kesejahteraan rakyat, bukan untuk saling mencurigai dan membenci.
Di tengah berbagai kritik yang mengarah padanya, Prabowo memberikan tanggapan terhadap tuduhan bahwa dirinya adalah pemimpin yang otoriter.
Ia mengungkapkan kebiasaannya menonton podcast yang mengkritiknya, menggambarkan kekecewaannya namun tetap menerima masukan tersebut sebagai bahan introspeksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: