Fosil Larva Nyamuk Tertua Ditemukan di Myanmar, Mengungkap Evolusi Nyamuk Sejak Zaman Dinosaurus
Fosil larva nyamuk berusia 99 juta tahun yang terawetkan dalam amber ditemukan di Kachin, Myanmar, dan ini menjadi larva nyamuk tertua yang pernah diketahui.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Spesies baru bernama Cretosabethes primaevus menunjukkan bahwa struktur tubuh larva nyamuk tidak banyak berubah selama hampir satu abad.
Penemuan Cretosabethes primaevus dalam sepotong amber merupakan suatu pencapaian penting dalam studi paleontologi. Ini adalah larva nyamuk pertama yang diketahui, sementara sebelumnya hanya ada 31 spesies nyamuk fosil yang sebagian besar merupakan serangga dewasa.
Dr. André Amaral dari Ludwig-Maximilians-Universität München menyatakan, "Fosil nyamuk tertua yang kita ketahui sebelumnya berasal dari individu dewasa. Berdasarkan morfologinya yang sangat berbeda dengan nyamuk modern, mereka termasuk kelompok yang sudah punah, Burmaculicinae, dalam keluarga Culicidae."
Penemuan ini berpotensi mengubah pandangan para ilmuwan mengenai evolusi awal keluarga Culicidae dan menandakan bahwa larva nyamuk sudah ada sejak zaman Mesozoikum.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Larva Cretosabethes primaevus diduga hidup di genangan air kecil, sama seperti habitat larva nyamuk modern yang dapat ditemukan di kelompok Sabethini. Hal ini menunjukkan bahwa nyamuk telah mengalami diversifikasi sejak periode Jurassic.
Para peneliti menyebutkan, "Temuan ini menunjukkan bahwa nyamuk sudah mengalami diversifikasi sejak periode Jurassic (201–145 juta tahun lalu)."
Analisis molekuler menunjukkan sistem evolusi yang bervariasi, tetapi mendukung dugaan bahwa nyamuk sudah ada selama era dinosaurus.
Fosil larva tersebut berasal dari tambang di Lembah Hukawng dan memiliki kemiripan tinggi dengan larva nyamuk modern. Dr. Amaral menjelaskan, "Berbeda dengan fosil nyamuk lain dari periode ini yang memiliki ciri morfologi aneh, larva ini justru sangat mirip dengan nyamuk modern."
Penemuan ini memberikan bukti bahwa bentuk tubuh larva nyamuk telah stabil dan efisien selama jutaan tahun.
Penting untuk dicatat bahwa larva nyamuk dari zaman dinosaurus, seperti Cretosabethes primaevus, kemungkinan besar sudah berenang dan bernapas dengan cara yang sama seperti nyamuk yang kita kenal saat ini.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: