Atap Lapangan Padel dan Tenis Ambruk di Jakarta: Penyebab dan Tanggapan Pemerintah
Atap lapangan padel dan tenis di Taman Villa Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, ambruk pada Minggu (26/10/2025) akibat angin kencang dan hujan deras.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Jakarta Barat menyebut ketidakmampuan bangunan menahan beban hujan sebagai penyebab utama ambruknya atap tersebut.
Kepala Suku Dinas Citata Jakarta Barat, Heru Sunawan, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan beberapa bagian bangunan tidak mampu menahan beban saat hujan lebat terjadi. 'Dari hasil pengecekan awal, diperkirakan terdapat bagian-bagian yang kurang dapat menahan beban kekuatan hujan yang sangat lebat dan angin kencang,' ujarnya.
Heru menambahkan bahwa kombinasi hujan lebat dan angin kencang menjadi pemicu utama terjadinya ambruk ini. 'Iya pastinya (ambruk) karena efek intensitas hujan yang sangat lebat,' kata Heru.
Sebagai respons, Sudin Citata Jakarta Barat segera meminta pengelola lapangan menghentikan seluruh aktivitas operasional. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko lebih lanjut hingga evaluasi mendalam dilakukan.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Heru Sunawan menyatakan bahwa proses rekonstruksi atap lapangan padel kini telah dihentikan. 'Telah kita arahkan juga untuk menghentikan aktivitas rekonstruksi dan operasional sebelum memperoleh kajian yang telah dinilai kembali oleh Tim Profesi Ahli,' ungkapnya.
Suku Dinas Citata juga berencana meminta kajian teknis lanjut dari pelaksana konstruksi. 'Segera akan dilakukan pengecekan lanjutan bersama Tim Profesi Ahli yang memiliki kapasitas guna memperoleh hasil yang lebih akurat dalam upaya perbaikan pada tahapan rekonstruksi ke depan,' jelas Heru.
Pemeriksaan lokasi ambruknya atap lapangan juga telah dilakukan oleh Pemkot Jakarta Barat melalui Sudin Citata. Evaluasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menekankan bahwa pihaknya telah mengawasi aset olahraga tersebut selama hampir satu tahun terakhir. 'Itu punya PT Sudin Citata, sudah cek dan akan melakukan investigasi,' kata Uus saat dihubungi pada Senin (27/10).
Uus juga menjelaskan bahwa izin resmi untuk operasional lapangan sudah dikeluarkan oleh pemerintah. 'Jadi kami cek gimana bisa seperti itu sehingga ke depan jangan sampai terulang kembali,' ujarnya.
Tanggapan dan langkah preventif dari pemerintah daerah menjadi fokus utama untuk menangani peristiwa ini dan mencegah dampak negatif lebih lanjut bagi pengelola dan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: