Pencoretan 600 Ribu Penerima Bansos Terlibat Judi Online
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengumumkan pencoretan 600 ribu penerima bantuan sosial yang terbukti berpartisipasi dalam judi online.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Langkah ini diambil setelah adanya koordinasi dengan PPATK untuk memastikan kelayakan penerima bansos.
Menurut Syaifullah Yusuf, pencoretan tersebut dilakukan setelah pihaknya menemukan adanya bukti konkret bahwa penerima bansos terlibat dalam judi online, atau dikenal juga dengan istilah judol.
"Kita koordinasi dengan PPATK, ketemulah 600 ribu lebih penerima bansos yang dari Kementerian Sosial itu ditengarai ikut bermain judol," ungkapnya di Menara Reksadana, Jakarta Pusat pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Gus Ipul menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindakan tegas untuk memastikan bahwa bantuan sosial tidak disalahgunakan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
"600 ribu itu kita coret semua, yang memang terbukti dan setelah dilakukan pendalaman ternyata benar adanya, maka kita coret penerima bansos," tambahnya.
Selanjutnya, mereka yang telah dicoret tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan kembali bantuan sosial, asalkan mereka mampu menunjukkan perubahan perilaku.
Para penerima bansos tersebut dapat melakukan reaktivasi dengan melaporkan diri ke RT/RW, Kelurahan, atau Dinas Sosial setempat.
"Bagi yang sangat membutuhkan, kita beri kesempatan kedua dengan syarat tidak lagi bermain judi online," jelas Syaifullah Yusuf.
Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendukung agar bansos benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: