BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 14:34 WIB

Kendala Judi Online di Kalangan Anak-anak: Tindakan dan Implikasi

Kendala Judi Online di Kalangan Anak-anak: Tindakan dan ImplikasiKendala Judi Online di Kalangan Anak-anak: Tindakan dan Implikasi

Judi online di Indonesia kini dalam tahap yang memprihatinkan, terutama melibatkan anak-anak sekolah dasar. Kepala Jampidum Kejagung RI, Asep Nana Mulyana, mengungkapkan data menunjukkan semakin banyak anak di bawah umur terpapar judi slot.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Asep menyoroti bahwa meski dominasi pelaku judi adalah laki-laki, jumlah perempuan yang terlibat juga meningkat. Fenomena ini menunjukkan bahwa judi online tidak hanya menjadi masalah orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang tidak sepenuhnya memahami dampak dari aktivitas ini.

Statistik dan Profil Pelaku Judi Online

Menurut Asep Nana Mulyana, hampir 98% pelaku judi online adalah laki-laki, namun ada peningkatan signifikan pada pelaku perempuan. Data ini mencerminkan perubahan demografi dalam judi online yang kini mencakup anak-anak yang seharusnya fokus pada pendidikan.

Kejagung RI mencatat bahwa rentang usia pelaku judi online berkisar antara 28 hingga 50 tahun, tetapi segmen anak-anak, khususnya di tingkat sekolah dasar, tidak dapat diabaikan. Hal ini memicu kekhawatiran dan urgensi bagi pihak berwenang untuk segera melakukan tindakan pencegahan.

Para pelaku judi online menggunakan permainan slot yang menarik, menawarkan janji manis yang menggoda banyak pengguna, termasuk anak-anak. Tanpa pemahaman mendalam mengenai risiko yang ada, anak-anak berisiko untuk terjebak dalam perilaku tersebut.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dampak Judi Online terhadap Anak

Kondisi ini harus dihadapi dengan serius, mengingat dampak buruk yang ditimbulkan. Asep dengan tegas menyatakan, 'Judi online itu bukan permainan, tapi perangkap yang menyengsarakan kita semua.'

Keterlibatan anak-anak dalam dunia judi online dapat berdampak negatif pada pendidikan dan perkembangan psikologis mereka. Jangan sampai masalah ini berujung pada isu sosial dan kesehatan mental yang lebih besar.

Orang tua dan pendidik diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan, memberikan edukasi, serta bimbingan mengenai risiko yang terkait dengan judi online. Ini adalah langkah penting untuk melindungi generasi muda dari pengaruh yang merugikan.

Upaya Penegakan Hukum dan Edukasi

Dalam rangka menghadapi maraknya perjudian, Jampidum terus berupaya meningkatkan penegakan hukum. Ini termasuk rehabilitasi, pembinaan, dan penyitaan aset dari aktivitas judi ilegal.

Asep menjelaskan, 'Kami melakukan literasi' untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya perjudian. Sosialisasi tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga di komunitas lainnya.

Melalui edukasi dan penegakan hukum yang efektif, pihak berwenang berusaha menjamin masyarakat memahami bahaya dari judi online. Upaya kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kendala Judi Online di Kalangan Anak-anak: Tindakan dan Implikasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!