Pencurian Besar di Museum Louvre: Ratusan Jejak DNA Jadi Fokus Penyidikan
Pencurian yang terjadi di Museum Louvre pada 19 Oktober 2025 meninggalkan jejak yang mengejutkan: lebih dari 150 jejak DNA ditemukan di lokasi kejadian. Kejadian ini berujung pada pencurian delapan perhiasan berharga senilai €88 juta, dan kini penyidik berupaya mencari pelaku yang menembus keamanan museum.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Jaksa Paris, Laure Beccuau, mengungkapkan bahwa tim penyidik kini tengah menganalisis berbagai bukti termasuk sidik jari dan alat yang digunakan pelaku. Aksi pencurian yang terekam CCTV ini memunculkan banyak pertanyaan tentang efektivitas sistem keamanan Louvre.
Keempat pencuri menggasak koleksi perhiasan setelah berhasil merusak akses masuk ke Galeri Apollo, tempat penyimpanan berharga tersebut. Mereka menggunakan alat seperti gerinda untuk menembus kotak display yang dilengkapi sistem keamanan.
Laure Beccuau menambahkan, "Analisis terhadap jejak-jejak ini dilakukan secepat mungkin dan diharapkan dapat memberikan petunjuk." Keberadaan helm, rompi, dan sarung tangan turut meninggalkan bukti yang dapat diinvestigasi lebih lanjut.
Tindakan perampokan yang terjadi di siang hari memunculkan kecurigaan terhadap efektivitas sistem pengawasan, terutama setelah adanya titik buta yang memungkinkan para pelaku beraksi tanpa terdeteksi.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pencuri sempat kesulitan membuka kotak display dengan metode gerinda. Setelah gagal, mereka beralih ke pendekatan manual dengan membuat lubang kecil untuk mengakses perhiasan di dalamnya.
Meskipun sistem alarm berfungsi dan berbunyi pada pukul 09.34 pagi, tindakan pencegahan tersebut tidak menghentikan pencurian. Dua karyawan museum yang berada di lokasi merasa terancam dan mundur saat menghadapi pelaku, menunjukkan kurangnya kesiapsiagaan dalam situasi berbahaya.
Kejadian ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana prosedur keamanan harus direvisi agar karyawan lebih siap menghadapi situasi serius.
Laurence des Cars, Direktur Louvre, telah mengakui bahwa ada titik buta dalam sistem keamanan yang dimanfaatkan oleh para pencuri. Ia mengusulkan beberapa langkah preventif demi memperbaiki situasi keamanan museum.
"Kami mempertimbangkan penempatan kantor polisi di dalam museum untuk memperkuat keamanan," ujarnya. Selain itu, perbaikan pada jaringan CCTV dan pembatasan area parkir juga menjadi rencana ke depan.
Berkaca dari insiden ini, Beaudeau berharap perhatian media akan membantu mempersempit ruang gerak para pelaku dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan di tempat-tempat bersejarah.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: