John Legend Kecam Trump Setelah Gagal Raih Nobel Perdamaian
Penyanyi John Legend kembali melontarkan kritik tajam terhadap Donald Trump setelah Presiden Amerika Serikat itu gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Dalam sebuah video, Legend menyoroti ambisi politik Trump yang dinilai tidak sejalan dengan tindakan yang diambil di dalam negeri.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Sebelumnya, Trump optimis mendapatkan penghargaan berprestisi itu setelah mengklaim perannya dalam menengahi kesepakatan damai antara Israel dan Palestina, namun penghargaan tersebut jatuh kepada pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado.
Dalam video berjudul 'Trump for Peace Prize 2026!', John Legend mengungkapkan pandangannya tentang kekuasaan Trump yang dinilai otoriter. 'Kalau Trump benar-benar ingin menang Hadiah Nobel Perdamaian, mungkin sebaiknya dia mulai menciptakan perdamaian di dalam negeri sendiri dulu,' ujarnya.
Legend juga menarik perhatian pada sejumlah tindakan yang dianggap melanggar hak asasi manusia selama kepresidenan Trump. 'Hentikan mengirim helikopter Black Hawk untuk meneror warga saat mereka tidur. Hentikan mengirim agen ICE bertopeng untuk menakut-nakuti komunitas imigran,' tegasnya dalam video tersebut.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
John Legend menilai bahwa Trump perlu menghentikan tekanan terhadap lawan politiknya melalui tuduhan hukum yang lemah dan tidak substansial. 'Dia harus berhenti dengan semua gaya diktator otoriter, fasis, dan tindakan tidak manusiawi yang selama ini coba dia lakukan,' tegasnya.
Ini bukan berarti Legend baru pertama kali mengkritik Trump. Tindakan Trump yang dianggap menindas telah menjadi sorotan bagi Legend, yang dikenal sebagai sosok publik vokal menentang kebijakan presiden saat ini. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut sering disalahartikan sebagai bentuk kekuatan.
Sebagai seorang seniman yang aktif dalam isu sosial, John Legend telah berperan dalam kampanye Joe Biden pada tahun 2020, sekaligus mengkritik musisi yang mendukung Trump. 'Sebagian orang melihat kekejaman dan perundungan Trump sebagai kekuatan, padahal itu hanya bentuk maskulinitas yang menyimpang,' ucapnya saat itu.
Legend juga terlibat dalam berbagai upaya menyampaikan pesan perdamaian, termasuk penampilan di upacara Nobel pada tahun 2017. Melalui musik dan aksinya, ia berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesadaran terhadap isu-isu perdamaian.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: